Penulis Utama : Maulana Yusuf A.
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K1516039
Tahun : 2021
Judul : Perilaku Balok Laminasi Kayu Jabon-Bambu Petung dengan Variasi Tebal Bilah Kayu Jabon Susunan Horisontal Terhadap Keruntuhan Geser
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS - F. KIP, Jur. Pendidikan Teknik Bangunan - K1516039 - 2021
Subyek : PERILAKU BALOK LAMINASI, HORISONTAL, KERUNTUHAN GESER, JABON- BAMBU
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui sifat-sifat fisik dan mekanik kayu Jabon dan bambu Petung , (2) mengetahui perilaku balok laminasi Jabon-bambu susunan horisontal dengan variasi dimensi bilah kayu Jabon terhadap keruntuhan geser dilihat dari nilai Modulus of Elasticity (MOE),  Modulus of Rupture (MOR) dan tegangan geser (?), dan (3) untuk mengetahui Nilai Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR) dan tegangan geser (?) yang dihasilkan balok laminasi Jabon-bambu susunan horisontal dengan variasi dimensi bilah kayu Jabon jika dibandingkan dengan mutu dan kelas kuat kayu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium dan teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif. Variabel yang mempengaruhi penelitian ini adalah (1) variabel terikat: Modulus of Rupture (MOR) dan Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser (2) variabel bebas: variasi tebal bilah  kayu Jabon 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Benda uji berupa balok laminasi bambu dengan luas penampang 6x6 cm dan berjumlah 9 balok. Metode pengujian balok laminasi dengan pengujian kuat lentur Third Point Loading. Standar pengujian menggunakan ASTM D198-15.
Hasil penelitian sebagai berikut, (1) Berdasarkan uji sifat fisik dan mekanik kayu Jabon tergolong kayu kelas kuat IV-III dan mutu E7 sedangkan bambu Petung termasuk kelas kuat III-I dan mutu E9 , (2) Balok laminasi Jabon- bambu susunan horizontal variasi tebal bilah Jabon 1 cm menunjukkan perilaku peningkatan terhadap nilai Modulus of Rupture (MOR) dengan peningkatan sebesar 6,1% dibanding variasi dengan nilai MOR terendah yaitu variasi 2 cm, sedangkan nilai Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser variasi 1 cm juga mengalami peningkatan sebesar 9,4?n 5,83% dibanding variasi 2 cm. (3) Nilai rata-rata dari Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser ketiga variasi berturut-turut sebesar 62,35 MPa, 3801,48 MPa dan 1,05 MPa berdasarkan PKKI NI-5 1961 termasuk dalam klasifikasi kuat kelas kayu III .

Kata Kunci: Perilaku balok laminasi, horisontal, keruntuhan geser, Jabon- bambu

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ernawati Sri Sunarsih, S.T., M.Eng.
2. Kundari Rahmawati, S.Pd., M.Eng.
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. KIP