Penulis Utama : Paristy Galuh Murdoko
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K1516053
Tahun : 2020
Judul : Perilaku Balok Laminasi Kayu Jabon-Bambu Petung dengan Variasi Tebal Bilah Kayu Jabon Susunan Vertikal Terhadap Keruntuhan Geser
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - F. KIP, Jur. Pendidikan Teknik Bangunan - K1516053 - 2020
Subyek : BALOK LAMINASI, SIFAT FISIK DAN MEKANIK, MOR, MOE, TEGANGAN GESER
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari Kayu Jabon dan Bambu Petung; perilaku balok laminasi Kayu Jabon – Bambu Petung susunan vertikal dengan variasi tebal bilah kayu Jabon terhadap keruntuhan geser jika diperhitungkan dari nilai Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser (?); serta untuk membandingkan nilai Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser (?) yang dihasilkan balok laminasi Kayu Jabon – Bambu Petung susunan vertikal dengan variasi tebal bilah kayu Jabon dengan kelas kuat kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Variabel yang mempengaruhi penelitian ini yaitu nilai Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE) dan tegangan geser (?) sebagai variabel terikat; serta variasi ketebalan bilah kayu Jabon 10 mm, 15 mm, dan 20 mm sebagai variabel bebas. Metode pengujian balok laminasi dengan pengujian kuat lentur Tiga Titik Beban, standar pengujian menggunakan ASTM D198-15. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanik Kayu Jabon tergolong kayu kelas kuat III-IV sedangkan Bambu Petung tergolong dalam kayu kelas kuat I-III; Nilai MOR dari balok laminasi mengalami peningkatan pada masing-masing variasi 10 mm, 15 mm, dan 20 mm sebesar 5,88%, 12,94%, dan 1,7% jika dibandingkan dengan kayu Jabon tanpa laminasi. Nilai MOE dan tegangan geser yang dihasilkan balok laminasi tidak dapat dibandingkan dengan kayu Jabon tanpa laminasi; Nilai rata-rata MOR dan tegangan geser yang dihasilkan balok laminasi tergolong dalam kayu kelas kuat III, sedangkan rata-rata nilai MOE yang dihasilkan tidak masuk ke dalam kelas kuat kayu.

Kata Kunci: Balok laminasi, sifat fisik dan mekanik, MOR, MOE, Tegangan geser.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ernawati Sri Sunarsih, S.T., M.Eng.
2. Kundari Rahmawati, S.Pd., M.Eng.
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. KIP