Penulis Utama : Mugiarno
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K.1301048
Tahun : 2009
Judul : Perbandingan metode pembelajaran interaktif setting kooperatif dan metode ceramah pada prestasi belajar matematika pokok bahasan garis singgung lingkaran ditinjau dari aktivitas belajar siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 1 Nguter
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. PMIPA-K.1301048-2009
Subyek : PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: 1. Pembelajaran matematika dengan metode PISK menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari metode ceramah pada pokok bahasan garis singgung lingkaran, 2. Aktivitas belajar siswa kategori tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari kategori sedang atau rendah pada pokok bahasan garis singgung lingkaran. 3. Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan garis singgung lingkaran. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu, dengan variabel bebas metode pembelajaran dan aktivitas belajar siswa serta variabel terikat adalah prestasi belajar matematika siswa. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Nguter Tahun ajaran 2005/2006, terdiri atas enam kelas. Sampel yang diambil dari penelitian ini sebanyak dua kelas (Kelas eksperimen dengan metode PISK yakni kelas VIII C dan kelas kontrol dengan metode ceramah yakni kelas VIII D) yang setiap kelasnya terdiri dari 40 siswa, dan pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: 1. Dokumentasi, data yang diperoleh digunakan untuk menguji rataan keseimbangan pada sampel, 2. Angket, untuk memperoleh informasi tentang aktivitas belajar siswa pada sampel, 3. Tes, data diperoleh dari sampel yang berisi tentang materi pokok bahasan garis singgung lingkaran. Instrumen tes dan angket sebelum digunakan pada sampel penelitian terlebih dahulu diuji-cobakan/try out di SMP Negeri 2 Nguter untuk memperoleh syarat-syarat instrumen yang baik. Teknik analisis data terdiri atas: uji keseimbangan, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis yang ketiga-tiganya menggunakan taraf signifikasi ( = 0.05). Uji keseimbangan, statistik ujinya adalah uji t, menunjukkan bahwa sampel berasal dari dua populasi yang berkemampuan awal sama (-t(0.025; 77.4597737) = -1.98 < tobs = -0.2768 < 1.98 = t(0.025; 77.4597737) ). Uji prasyarat analisis, uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas prestasi siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Lobs = 0.1224 < 0.1401 = L(0.05; 40)). Uji normalitas prestasi siswa kelas kontrol menyimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Lobs = 0.1033 < 0.1401 = L(0.05; 40)). Uji normalitas aktivitas belajar siswa kategori tinggi menyimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Lobs = 0.1031< 0.173 = L(0.05; 24)). Uji normalitas aktivitas belajar siswa kategori sedang menyimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Lobs = 0.0993 < 0.161 L(0.05; 30)). Uji normalitas aktivitas belajar siswa kategori rendah menyimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Lobs = 0.1488 < 0.1706 = L(0.05; 26)). Uji homogenitas prestasi siswa ditinjau dari metode pembelajaran menyimpulkan bahwa populasi homogen (obs = 2.3980< 3.841 = (0.05; 1)). Uji homogenitas prestasi siswa ditinjau dari aktivitas belajar siswa menyimpulkan bahwa populasi-populasi homogen (obs = 1.5971 < 5.991= (0.05; 2)). Analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama menyimpulkan bahwa: 1. Ada perbedaan efek antar metode pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa (Fobs = 25.3902 > 3.9813 = F(0.05; 1; 74) ), artinya pembelajaran matematika dengan metode PISK menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari metode ceramah pada pokok bahasan garis singgung lingkaran 2. Tidak ada perbedaan efek antar aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (Fobs = 2.2354 < 3.1313 = F(0.05; 2; 74)), artinya aktivitas belajar siswa (kategori aktivitas belajar siswa: tinggi, sedang, dan rendah) tidak berpengaruh pada prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan garis singgung lingkaran, 3. Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (Fobs = 2.9617 < 3.1313 = F(0.05; 2; 74)), artinya perbedaan prestasi belajar matematika siswa pada pada pokok bahasan garis singgung lingkaran antara metode PISK dan metode ceramah tidak tergantung pada aktivitas belajar siswa.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Mardjuki, M.Si
2. Drs. Ponco Sudjatmiko, M.Si
Catatan Umum : 1487/2009
Fakultas : Fak. KIP