Penulis Utama : Putri Fatin Afifah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0216047
Tahun : 2020
Judul : Ketidaksadaran Baskara Putra Dalam Penciptaan Karyanya pada Album Menari dengan Bayangan: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Fak. Ilmu Budaya, Jur. Sastra Indonesia - B0216047 - 2020
Subyek : PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD, KETIDAKSADARAN, KECEMASAN (ANXIETY), BASKARA PUTRA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Psikoanalisis menegaskan adanya pemikiran bawah sadar. Ketidaksadaran itu ditekan untuk waktu yang lama dan penekanan ini menimbulkan kesalahan-kesalahan yang memiliki makna. Ketidaksadaran yang dialami pengarang adalah bentuk dari pengalaman-pengalamannya yang terpendam, sebelum pada akhirnya diungkapkan. Ketidaksadaran yang dialami pengarang dapat dikaji melalui bahasa pada karya-karyanya. Baskara Putra adalah salah satu musisi di Indonesia. Melalui karya-karyanya Baskara secara tidak langsung mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ketidaksadaran pengarang akan diteliti menggunakan kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah lagu “Dehidrasi” dan “Untuk Apa/Untuk Apa?” karya Baskara Putra dan objek formal dalam penelitian ini adalah ketidaksadaran pengarang. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini, yaitu mengenai bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra. Adapun, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra.
Hasil dari penelitian ini ditemukan dalam bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi. Metafora ‘kebebasan’ dan ‘ketenangan’ merupakan aktualisasi dari kondensasi pada karya pengarang. Kedua metafora ini memperlihatkan Baskara yang ingin merasakan kebebasan dan ketenangan dalam hidupnya yang berubah secara drastis. Aktualisasi bentuk pengalihan ditemukan dalam metonimi ‘hidup’ dan ‘pencapaian’. Metonimi ‘hidup’ memperlihatkan rangkaian perjalanan hidup yang dialami pengarang dan metonimi ‘pencapaian’ memperlihatkan usaha yang dilakukan pengarang dalam mencapai segala hal. Aktualisasi dari simbolisasi ditemukan pada metafora ‘kesombongan’ yang menunjukkan pembuktian diri pengarang dan ‘keserakahan’ yang memperlihatkan ambisi pengarang. Melalui analisis yang dilakukan, diketahui bahwa Baskara Putra mengalami kecemasan atau kegelisahan (anxiety) dal’am menjalani kehidupannya. Pengarang sebagai salah satu musisi di Indonesia mengalami perubahan drastis dalam hidupnya setelah namanya semakin dikenal secara luas. Masalah pribadi yang dihadapi pengarang juga memengaruhi keadaan jiwanya. Tekanan-tekanan yang dihadapinya ini terkumpul dan terpendam, kemudian disalurkan melalui bahasa dalam karya-karyanya ini.

Kata Kunci: psikoanalisis Sigmund Freud, ketidaksadaran, kecemasan (Anxiety), Baskara Putra

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Rianna Wati, S.S., M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Vokasi