Penulis Utama : Bagus Dwi Pangestu
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : E0015073
Tahun : 2020
Judul : Kekeliruan Nyata dan Kekhilafan Hakim Sebagai Dasar Mahkamah Agung Mengabulkan Peninjauan Kembali (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 78PK/PID.SUS/2015)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Hukum - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Fak. Hukum, Jur. Ilmu Hukum - E0015073 - 2020
Subyek : PUTUSAN HAKIM, PENINJAUAN KEMBALI, NARKOTIKA`
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Alasan Peninjauan Kembali Oleh Terpidana Atas Dasar Kekeliruan Nyata Dan Kekhilafan Hakim Sebagai Dasar Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 78PK/PID.SUS/2015). Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan bahan yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian  ini dengan studi kepustakaan.  Analisis  bahan  hukum menggunakan metode deduksi silogisme yang berpangkal dengan pengajuan premis mayor yaitu KUHAP, sedangkan premis minor nya adalah fakta hukum dalam      Putusan     Mahkamah      Agung    Republik     Indonesia           Nomor
78PK/PID.SUS/2015. Berdasarkan hasil penelitian dengan pembahasan dihasilkan kesimpulan:
Pertama,  bahwa  alasan  Peninjauan  Kembali  yang  diajukan  Terpidana  dalam tindak pidana narkotika yang diputus oleh Mahkamah Agung dengan Nomor Putusan 78PK/PID.SUS/2015 telah sesuai dengan ketentuan Pasal 263 ayat (2) KUHAP  yaitu adanya keadaan baru  yang  menimbulkan dugaan kuat, keadaan sebagai dasar dan alasan putusan yang dinyatakan telah terbukti itu, ternyata telah bertentangan satu dengan yang lain, dan jelas memperlihatkan suatu kekhiIafan hakim atau  suatu  kekeliruan  yang  nyata.  Kedua,  bahwa  pertimbangan  Hakim menerima  alasan  Peninjauan  Kembali  yang  diajukan  oleh  Terpidana  dalam perkara tindak pidana Narkotika yang diputus oleh Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 78PK/PID.SUS/2015 telah sesuai dan dapat dibenarkan dengan adanya fakta hukum persidangan, dimana Terdakwa tidak pernah menyediakan shabu sebanyak 5 (lima) gram dengan harga Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah) dan juga bilang 10 (sepuluh) gram saja sebagaimana dimaksud dalam SMS  si Gendut.


Kata Kunci : Putusan Hakim, Peninjauan Kembali, Narkotika

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Edy Herdyanto, S.H., M.H.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum