Penulis Utama : Toto Wahyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Pengaruh konsentrasi IAA dan BA terhadap pertumbuhan eksplan bawang merah (allium ascalonicum L.) secara in vitro
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian NIM.H0199089-2005
Subyek : BAWANG MERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai salah satu jenis rempah - rempah yang sudah dikenal dengan masyarakat sebagai penyedap rasa untuk bumbu masakan. Permintaan bawang merah di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Daerah produksi bawang merah yang terbesar adalah Brebes-Tegal di Jawa Tengah dan Probolinggo di Jawa Timur. Sementara itu, produktivitas yang telah dicapai saat masih belum optimal, yaitu sekitar 9 - 10 ton/ha, padahal potensi hasil bawang merah dapat mencapai hasil 15 ton/ha

Kultur jaringan merupakan salah satu alternatif dalam budidaya bawang merah dan diharapkan dapat diperoleh bibit tanaman dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik serta dapat memulihkan kemurnian.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2003 hingga bulan Juli 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian konsentrasi IAA dan BA terhadap pertumbuhan eksplan bawang merah.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi IAA dan BA. Konsentrasi IAA (I) yang digunakan terdiri dari 5 taraf : 0 ppm, 0,3 ppm, 0,6 ppm, 0,9 ppm dan 1,8 ppm. Konsentrasi BA (B) yang digunakan terdiri dari 5 taraf : 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 4 ppm dan 6 ppm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IAA menghambat saat munculnya akar tetapi meningkatkan berat kering eksplan bawang merah. Berat kering terbesar diperoleh pada konsentrasi IAA 1,8 ppm  sebesar 0, 1246 gram. Pemberian BA mempercepat saat kemunculan tunas (saat kemunculan tunas tercepat pada konsentrasi BA 2 ppm yaitu 4,5 HST) dan mampu memperbanyak jumlah daun (jumlah daun terbesar pada BA 6 ppm yaitu 20,55 helai ). Pemberian IAA 0,6 ppm dan BA 2 ppm menghasilkan jumlah tunas terbanyak sebesar         7,5 tunas dan pemberian IAA 0,3 ppm; 0,6 ppm; 0,9 ppm tanpa pemberian BA (BA 0 ppm) berturut-turut menghasilkan hasil tertinggi untuk panjang akar 14,3 cm, jumlah akar 22 dan tinggi plantlet 30,38 cm.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Ir. Toeranto Sugiyatmo
2. Ir. Retno Bandriyati A P
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian