Penulis Utama : Jihan Maymunah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0216036
Tahun : 2021
Judul : Naskah Hikayat Tawaddud: Suntingan Teks dan Kajian Feminisme
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS - Fak. Ilmu Budaya, Jur. Sastra Indonesia - B0216036 - 2021
Subyek : HIKAYAT TAWADDUD, FEMINISME, SUNTINGAN TEKS, GENDER, REPRESENTASI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Pemasalahan dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana suntingan teks Hikayat Tawaddud yang baik dan benar?; (2) Bagimana representasi perempuan pada teks Hikayat Tawaddud?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghadirkan suntingan teks  Hikayat  Tawaddud  yang  baik  dan  benar;  (2)  Mendeskripsikan representasi perempuan pada teks Hikayat Tawaddud.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan data yang digunakan adalah naskah Hikayat Tawaddud dengan kode Malayo- Polynesien 67 koleksi Perpustakaan Nasional Prancis. Metode penyuntingan yang dilakukan adalah metode standar. Data penelitian melalui teknik pustaka. Teknik pengolahan  data penelitian  meliputi  tahap  deskripsi,  tahap  analisis,  dan  tahap evaluasi.

Kritik teks terhadap Hikayat Tawaddud menunjukkan terdapat kesalahan salin tulis dan ketidakkonsistenan penulisan yang meliputi 10 lakuna, 8 substitusi, 5 ditografi, 2 transposisi, dan 2 ketidakkonsistenan. Beberapa kata sukar berasal dari  kosakata  bahasa  Arab,  bahasa  daerah,  bahasa  klasik,  dan  bahasa  arkais. Kajian feminisme terhadap teks Hikayat Tawaddud menghasilkan beberapa simpulan. Pertama, unsur feminis pada teks Hikayat Tawaddud dapat diketahui dari sosok Tawaddud yang cerdas karena dia diberi kesempatan untuk menimba ilmu oleh majikannya. Tawaddud meruapakan perempuan pemberani dan tidak takut ketika harus berhadapan dengan para penguji laki-laki, bahkan pengetahuannya  dapat  mengalahkan  mereka.  Kedua,  teks  Hikayat  Tawaddud dapat menjadi representasi kehidupan budak perempuan pada masa Sultan Harun al-Rasyid. Ketiga, Tawaddud merepresentasikan sosok perempuan Melayu yang tangguh,  seperti  para  Sultanah  dari  Kerajaan  Aceh,  Cut  Nyak  Dien,  dan Laksamana Malahayati. Teks Hikayat Tawaddud menunjukkan bahwa perempuan berhak mendapatkan kedudukan yang sama dengan laki-laki.

Kata kunci: Hikayat Tawaddud, feminisme, suntingan teks, gender, representasi

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A.
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya