×
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga beras terhadap tingkat inflasi, menganalisis pola hubungan kausalitas harga beras dan tingkat inflasi di Indonesia dan mengetahui peran harga beras terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskritif dan analitis. Metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive dan data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia, Bulog, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, FAO dan sumber lainnya. Metode analisis data menggunakan Granger Causality dan Vector Autoregressive (VAR) dengan aplikasi E-Views.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara harga beras dengan tingkat inflasi di Indonesia dengan pola hubungan dua arah (bi- directional). Shock pada harga beras memberikan pengaruh terhadap tingkat inflasi dan akan konvergen pada bulan ke enam, sejalan dengan hal tersebut harga beras berperan terhadap tingkat inflasi sebesar 2,77%.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara harga beras dengan tingkat inflasi di Indonesia dengan pola hubungan dua arah (bi-directional). Impulse Respond Function menunjukkan shock pada variabel harga beras memberikan respon fluktuatif terhadap tingkat inflasi, sejalan dengan hal tersebut peran harga beras terhadap tingkat infasi hingga akhir bulan sebesar 2,77%. Saran untuk pemerintah sebaiknya mempertimbangkan kebijakan-kebijakan mengenai perberasan di Indonesia dari hulu ke hilir baik kebijakan mengenai harga maupun non harga sebagai upaya stabilisasi harga beras. Saran untuk penelitian selanjutnya agar memperhatikan variabel-variabel lain seperti harga beras internasional, kebijakan perberasan serta diperlukan penelitian lanjutan mengenai integrasi pasar antar wilayah.