Penulis Utama : Adniana Nareswari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S201702001
Tahun : 2021
Judul : Efektivitas Terapi Kombinasi Noncultured Epidermal Cell Suspension, Platelet-Rich Plasma dan Platelet-Rich Fibrin terhadap Repigmentasi Vitiligo Stabil
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin -S201702001-2021
Subyek : NONCULTURED EPIDERMAL CELL SUSPENSION
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Latar Belakang: Vitíligo merupakan kelainan kulit didapat akibat hilangnya melanosit fungsional secara progresif yang secara klinis ditandai dengan munculnya bercak depigmentasi berbatas tegas dan dapat disertai rambut berwarna putih atau poliosis. Hingga saat ini belum ada terapi vitiligo yang memberikan hasil memuaskan terutama pada lesi stabil. Pada kondisi ini prosedur bedah merupakan pilihan. Salah satu teknik bedah vitiligo yang mulai populer dan menjanjikan adalah pencangkokan noncultured epidermal cell suspension (NCECS), yaitu dengan cara mengambil jaringan kulit dari area donor kulit yang berpigmen, kemudian diproses secara laboratoris untuk mendapatkan sel epidermal dan ditransplantasikan ke area penerima lesi vitiligo. Platelet- rich plasma (PRP) dan platelet rich fibrin (PRF) merupakan autologous dari trombosit dalam plasma yang terkonsentrasi yang kaya akan berbagai faktor pertumbuhan dan berperan baik dalam mengatur berbagai proses termasuk migrasi, proliferasi dan diferensiasi sel. Penelitian ini mengkombinasikan NCECS, PRP dan PRF untuk memicu repigmentasi pasien vitiligo stabil.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi terapi NCECS, PRP dan PRF terhadap terjadinya repigmentasi pada pasien vitiligo stabil.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis menggunakan desain penelitian eksperimental klinis pre dan post-test one group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2020 hingga September 2020 dengan jumlah sampel 11 orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Prosedur pengambilan jaringan donor dilakukan pada area gluteal lateral, kemudian dilakukan prosedur laboratorium untuk jaringan kulit yang didapat dengan diinkubasi 0,25% trypsin - 0,05% ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) untuk mendapat suspensi sel epidermal (melanosit dan keratinosit). Pembuatan PRP dan PRF dilakukan dengan mengambil darah masing-
 
masing 10 ml, pada PRP darah dikumpulkan dalam tabung yang berisi anti koagulan sodium sitrat 3,2 %, dilakukan dua kali sentrifugasi dan diaktifasi dengan menambahkan CaCl2, sedangkan gel PRF dibuat tanpa menggunakan antikoagulan dan sentrifugasi dilakukan satu kali. Suspensi sel pelet yang didapat dicampurkan dengan PRP, diaplikasikan pada area resipien yang sudah dioleskan gel PRF dan didermabrasi sebelumnya. Evaluasi hasil repigmentasi dilakukan pada minggu ke-24 menggunakan teknik evaluasi berbasis photoshop dan pemeriksaan imunohistokimia Melan-A.
Hasil: Hasil evaluasi repigmentasi menggunakan photoshop (Adobe Photoshop, San Jose, CA, USA) dan analisis statistik menunjukkan bahwa nilai rerata luas area pre transplantasi adalah 8,46±8,72 cm2 dan nilai rerata luas area post transplantasi sebesar 3,89±5,51 cm2 dengan nilai p=0,013 < 0 p=0,000 p=0,043>Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi kombinasi NCECS autologus, PRP dan PRF terbukti efektif memicu repigmentasi vitiligo stabil. Terdapat perbedaan yang bermakna pada luas lesi vitiligo dan ekspresi Melan-A sebelum dan sesudah terapi NCECS, PRP dan PRF.
Kata kunci: noncultured epidermal cell suspension, platelet rich plasma, platelet rich fibrin, vitiligo.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN DEPAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. dr. Arie Kusumawardani, Sp. KK (K).
2. Prof. Dr. dr. Harijono Kariosentono, Sp. KK(K).
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana