Penulis Utama : Fredy Budiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pakaian jadi Indonesia ke Amerika Serikat tahun 1978-2003
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0101004-2005
Subyek : PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tekstil dan produk tekstil (TPT) yang terdiri dari serat, benang, kain, dan pakaian jadi yang sejak tahun 1980-an telah menjadi primadona ekspor non migas Indonesia dan memiliki kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekspor nasional, kini laju pertumbuhannya mulai melemah karena mendapat tekanan yang cukup berat baik eksternal maupun internal. Melemahnya kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tersebut terlihat dari perkembangan nilai produksi, ekspor, serta impor bahan bakunya yang turun cukup signifikan pada tahun 2002, bahkan pada tahun tersebut terjadi pemutusan hubungan kerja yang cukup besar. Tekanan eksternal yang menyebabkan industri TPT mengalami penurunan adalah munculnya pesaing-pesaing baru yang tangguh seperti China, Vietnam, dan Thailand yang dapat memproduksi TPT dengan efisien dan produktivitas tinggi, serta didukung dengan iklim usaha yang lebih kondusif dan suku bunga kredit yang rendah. Sementara itu, tekanan internal yang menyebabkan industri TPT nasional mulai kehilangan daya saing antara lain, adalah krisis ekonomi yang belum pulih sepenuhnya, suku bunga kredit yang masih tinggi, gejolak perburuhan yang selalu menuntut peningkatan kesejahteraan, peningkatan upah minimum propinsi setiap tahun yang lebih tinggi daripada tingkat inflasi, adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL), telepon, dan bahan bakar minyak (BBM), serta ekonomi biaya tinggi yang sampai saat ini belum dapat diberantas dengan tuntas. Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan kelangsungan industri yang padat karya dan penghasil devisa yang selama ini cukup tinggi akan sirna setelah dihapuskannya kuota impor tekstil oleh AS pada tahun 2005. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh harga ekspor pakaian jadi, Produk Domestik Bruto (PDB) negara pengimpor (AS), jumlah penduduk negara pengimpor (AS), dan kurs rupiah terhadap dolar AS terhadap ekspor pakaian jadi Indonesia ke Amerika Serikat.

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series dari tahun 1978 – 2003 yang diperoleh dari Statistik Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI), maupun dari buku International Financial Statistics (IFS). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ECM model dobellog. Hasil analisis regresi ECM menunjukkan bahwa harga ekspor pakaian jadi signifikan pada a=10 persen dan mempunyai hubungan yang negatif baik untuk variabel jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berarti harga ekspor pakaian jadi berpengaruh terhadap ekspor pakaian jadi Indonesia pada a =10 persen dan sesuai dengan hipotesis. PDB negara pengimpor (AS) signifikan pada taraf signifikansi 10 persen untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berarti variabel PDB AS berpengaruh terhadap ekspor pakaian jadi Indonesia baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang pada taraf signifikansi 10 persen dan sesuai dengan hipotesis. Variabel jumlah penduduk negara pengimpor (AS) signifikan pada taraf signifikansi 10 persen untuk jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang tidak signifikan pada taraf signifikansi 10 persen. Hal ini berarti variabel jumlah penduduk AS berpengaruh terhadap volume ekspor pakaian jadi dalam jangka pendek sedangkan dalam jangka panjang tidak berpengaruh terhadap ekspor pakaian jadi Indonesia. Variabel kurs rupiah terhadap dolar signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan taraf signifikansi 10 persen, tetapi memiliki hubungan yang negatif yang berarti tidak sesuai dengan hipotesis. Hal ini berarti variabel kurs berpengaruh terhadap volume ekspor pakaian jadi Indonesia baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Para eksportir Indonesia harus bisa mengantisipasi terhadap tindakan proteksi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dengan cara aktif dalam negosiasi-negosiasi perdagangan internasional. Selain iu, pemerintah maupun eksportir dalam negeri harus bisa menghapus simpul-simpul yang menghambat ekspor non migas khususnya pakaian jadi yang terjadi selama ini, misalnya melakukan restrukturisasi industri maupun meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Selain itu, eksportir dalam negeri perlu terus mengikuti perkembangan perekonomian Amerika Serikat agar dapat menentukan tindakan yang tepat, yakni kapan saatnya menambah atau membatasi ekspor non migas ke AS.

Pemerintah melalui Bank Indonesia dapat berperan serta dalam menjaga agar kurs rupiah terhadap dolar maupun terhadap mata uang lain tetap stabil dan tidak mengalami fluktuatif (apresiasi/depresiasi), hal ini dikarenakan fluktuasi rupiah akan dapat menghambat kelancaran perdagangan internasional.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Kresno Sarosa Pribadi, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis