Penulis Utama : Mujazin
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T141608008
Tahun : 2021
Judul : Model Penerjemahan Istilah Budaya Religi Islam
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi Linguistik - T141608008 - 2021
Subyek : PENERJEMAHAN, RELIGIOSITAS, RELIGI, SENSITIF, TEKNIK, MODEL.
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model penerjemahan istilah budaya
religi Islam. Model yang akan bisa menjadi panduan untuk penerjemah.  Istilah- istilah tersebut banyak ditemukan dalam teks keagamaan Islam. Di dalam penelitian model ini bermaksud untuk 1. mengidentifikasi jenis istilah budaya religi dari teks religi Islam 2. menganalisa sifat istilah (kata, prasa dan klausa) budaya religi Islam tersebut 3. menjelaskan teknik, metode dan ideologi yang digunakan dalam penerjemah istilah budaya religi Islam. 4. menjelaskan dampak teknik dan ideologi penerjemahan istilah budaya religi Islam pada kualitas terjemahan teks keagamaan 5. penyusunan model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Istilah budaya religi Islam merupakan ungkapan-ungkapan yang sensitif, tetapi ketika diterjemahkan ia harus tetap berkualitas dan nampak religiositasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif untuk mengungkap jenis istilah budaya religi Islam, teknik yang digunakan, dampak teknik terhadap kualitas terjemahan dan model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Sumber data diambil dua buku sumber (English) dengan jumlah data 799, mereka menjadi data primer, sumber data juga berasal data sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik analisis dokumen, penugasan,   kuesioner dan focus group discussion. Di dalam  penelitian  ini  peneliti  menggunakan  dua  triangulasi  yaitu  triangulasi sumber  dan  triangulasi  metode.  Data  primer  dari  terjemahan  dua  buku  yaitu Islam: A Short History dan The Impossible State: Islam, Politik, and Modernity’s Moral  Predicament.  Data  sekunder  berasal  dari  penelitian  terkait  dan  Focus Group Discussion (FGD). Dengan data primer dan sekunder disusun prototipe kemudian dibangun model penerjemahan istilah budaya religi Islam. Model tersebut dihasilkan berdasarkan analisis domain, taksonomi dan komponensial setelah divalidasi dalam tiga tahapan FGD bersama para rater dan pakar. Berdasarkan penelitian ditemukan, pertama teridentifikasi 18 istilah budaya religi Islam,  mereka  semuanya  sensitif.  Istilah-istialh  tersebut  yaitu  sapaan  religi,  artefak, eskatologi, kriterian moral dan etika, aktivitas religi khusus, konstruksi religi,  makhluk supernatural,  istilah  pencerahan,  peristiwa  religi,  situs religi, kegiatan  religi,  sejarah  religi,  peringatan  religi,  konsep  religi,  pemerintahan religi, nama religi, sumber religi dan perintah dan larangan religi. Kedua, sifat teks religi itu sensitif karena ia intangible, incongruous, subtle, create possible reaction and politization as well. Teks religi juga termasuk yang highly sensitive ketika   penerjemahanya   ditarik   ke   wilayah   politik.   Sifatnya   yang   sensitif berdampak pada usaha mempertahankan religiositas teks religi dan teknik yang digunakan. Dampaknya adalah Arabisasi istilah untuk menunjukan  religiositas dan banyaknya penggunaan teknik peminjaman. Berdasarkan penelitian ini juga dibangun sebuah pengertian “Religiositas teks terjemahan”.   Religiositas teks terjemahan  adalah  standar  luar teks  yang memperlihatkan  tingkat  keagamaan. Religiositas teks bisa dikenali dengan ciri-ciri pada 1. Penyebutan nama ALLAH daripada Tuhan, 2. Rumpun Bahasa yang digunakan, 3. Teknik yang digunakan dan 4. Frekuwensi  istilah religi Islam yang muncul. Penerjemah dituntut dua hal yaitu pengetahuan dan kemampuan yang baik terkait tata Bahasa dan budaya. Selain dua hal tersebut yang penting juga harus dimiliki oleh penerjemah adalah kejujuran atau well- delivered. Ketiga, sensitifitas teks berdampak pada teknik yang muncul. Berdasarkan hasil sebaran teknik penerjemahan yang muncul bahwa penerjemahan istilah budaya religi Islam didominasi oleh padanan lazim dan peminjaman  (peminjaman,  peminjaman  murni,  peminjaman  parsial,  & peminjaman alamiah). Dampak dari sensitifitas teks tersebut maka teknik peminjaman menjadi  alternatif teknik  terbaik  dibanding  yang lain.  Selain  itu, sensitifitas teks berdampak pada dominasi pola istilah yang bernuansa Arab, ada pandangan bahwa teks yang istilahnya banyak bernuansa Arab  maka ia semakin religius. Religiositas teks bisa dilihat dari sejauh mana penggunaan istilah yang bernuansa  Arab.  Berdasarkan  hasil  sebaran  teknik  yang  ditemukan     bahwa ternyata  istilah  religi  Islam  yang  bernuansa  Arab  sudah  lama  dikenal  oleh pembaca sasaran sehingga ini menjadi wajar, oleh karena itu padanan lazim menjadi pilihan utama. Penerjemah tidak direkomendasikan untuk menggunakan teknik delisi dan literal untuk menerjemahkan istilah religi Islam. Keempat, berdasarkan analisis komponensial, data sekunder dan FGD bersama para pakar dihasilkan dua teknik unggulan yang direkomendasikan yaitu padanan lazim dan peminjaman. Kelima, ada tiga model yang telah disusun untuk menerjemahkan istilah budaya religi Islam yaitu model pertama (strong religiosity), model kedua (low religiosity) dan model ketiga (medium religiosity). Adanya banyak kesamaan teknik dalam semua jenis istilah religi sehingga dua teknik yaitu padanan lazim dan peminjaman bisa menjadi  transferebility ideologi penerjemahan istilah religi yang dipilih. Dua teknik pilihan utama tersebut dipilih karena bisa menguatkan religiositas teks.

Kata Kunci: Penerjemahan, Religiositas, Religi, Sensitif, Teknik, Model.

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed.,M.A.,Ph.D
2. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed.,Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana