Penulis Utama : Ina Sukaesih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T141602003
Tahun : 2020
Judul : Kajian Terjemahan Pemarkah Honorifik Bahasa Inggris dari Novel ‘King Solomon’s Mines’ Dalam ‘Pependeman Nabi Sulaeman’ (Pendekatan Sosiopragmatik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi Linguistik - T141602003 - 2020
Subyek : PEMARKAH HONORIFIK, BAHASA INGGRIS, BAHASA SUNDA, KUALITAS TERJEMAHAN, TEKNIK TERJEMAHAN
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini adalah penelitian linguistik dalam bidang penerjemahan yang melibatkan bahasa Inggris sebagai bahasa sumber dan bahasa Sunda sebagai bahasa target. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang secara khusus berfokus pada kualitas terjemahan pemarkah honorifik bahasa Inggris yang ditemukan dalam terjemahan bahasa Sunda dari King Solomon's Mines. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi pemarkah honorifik bahasa Inggris yang digunakan dalam King Solomon's Mines; (2) mengidentifikasi teknik penerjemahan yang diterapkan; (3) menganalisis dampak teknik penerjemahan pada pergeseran pemarkah honorifik; (4) dan menganalisis dampak teknik terjemahan pada kualitas terjemahan.
Dalam mengumpulkan data, peneliti menerapkan metode content analysis dan focus group discussion. Data yang dikumpulkan berlandaskan teori yang diajukan oleh para ahli terkait. Pemarkah honorifik merujuk pada formula yang diusulkan oleh Richards J Watts dan House & Kasper; yang dianalisis dengan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Molina & Albir. Penilaian kualitas terjemahan dilakukan oleh informan menggunakan instrumen penilaian kualitas terjemahan yang diusulkan oleh Nababan, Sumardiono dan Nuraeni. Langkah-langkah yang diambil dalam upaya untuk menjawab tujuan penelitian dipecah menjadi empat, berdasarkan ajuan Santosa, dengan tahapan domain, taksonomi, komponensial dan tema budaya.
Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: terdapat sebelas jenis pemarkah honorifik yang digunakan dalam novel, yaitu terms of address, committers, hedges, semi formulaic utterances, Agent avoiders, down-toners, ritualized expressions, understaters, formulaic utterances, playdowns, dan hesitators. Jenis pemarkah honorifik yang mendominasi adalah terms of address, committers, dan hedges. Jumlah terms of address melebihi setengah dari data yang dikumpulkan. Hampir semua teknik penerjemahan yang diusulkan Molina&Albir diterapkan dalam penelitian ini, antara lain: delesi, padanan lazim, variasi, modulasi, peminjaman alami, dan kreasi diskursif. Sementara itu teknik terjemahan yang paling banyak digunakan adalah delesi.
Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa teknik penerjemahan memiliki dampak signifikan pada pergeseran pemarkah honorifik. Teknik delesi telah menyebabkan perubahan dari adanya pemarkah honorifik menjadi tidak ada pada hampir setengah dari jumlah data. Di sisi lain, penggunaan teknik penerjemahan padanan lazim, modulasi, kreasi diskursif, variasi dan eksplisitasi sebagian besar meningkatkan fungsi pergeseran pemarkah honorifik. Teknik-teknik yang diterapkan telah berkontribusi sehingga sebagian besar data bergeser menjadi tidak ada, disusul dengan pergeseran naik, pergeseran menurun, dan hanya sedikit berubah menjadi non-honorifik.
Teknik penerjemahan berkontribusi signifikan terhadap kualitas terjemahan. Penggunaan teknik delesi yang paling sering berdampak pada skor kualitas terjemahan yang relatif rendah secara keseluruhan. Sementara dilihat secara individual, aspek keakuratan dan keberterimaan mendapat skor rendah, dan aspek keterbacaan memperoleh skor sedang.
Dari analisis dan diskusi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemarkah honorifik bahasa Inggris diterjemahkan dengan kecenderungan mengikuti kelaziman dalam bahasa Sunda. Sebagian besar data diterjemahkan dengan mengadaptasi budaya bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran yang menyiratkan ketidakberpihakan penerjemah terhadap hegemoni penjajah yang merupakan nuansa setting novel bahasa sumber. Penerjemah memiliki kecenderungan ideologi penerjemahan domestikasi. Teknik penerjemahan memiliki dampak signifikan terhadap pergeseran pemarkah honorifik dan kualitas terjemahan. Kualitas terjemahan dengan skor rendah bermakna bahwa terjemahan memiliki kualitas kurang. Oleh karena itu, direkomendasikan bahwa seorang penerjemah harus menerapkan teknik penerjemahan yang tepat dan mengetahui konteks budaya kedua bahasa.


Kata kunci: pemarkah honorifik, bahasa Inggris, bahasa Sunda, kualitas terjemahan, teknik terjemahan

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D.
2. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana