Penulis Utama : Suswadi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T621408002
Tahun : 2020
Judul : Penguatan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI) Melalui Penerapan Internal Control System (ICS) (Studi Kasus pada Aliansi Petani Padi Organik di Boyolali)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat - T621408002 - 2020
Subyek : PENERAPAN INTERNAL CONTROL SYSTEM (ICS)
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Pada dasarnya upaya budidaya padi organik oleh petani padi di Kabupaten Boyolali telah dilakukan cukup lama. Beralihnya petani ke pertanian organik karena kesadaran masyarakat akan dampak pertanian modern yang sudah merusak lahan dan ekosistem pertanian. Meningkatnya  jumlah petani  padi organik di Boyolali telah mendorong terbentuknya organisasi petani padi organik. Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI) didirikan pada tanggal 27 Desember 2007 oleh petani organik yang difasilitasi oleh VECO (Vredeseilanden Country Office) Indonesia yang merupakan NGO dari Belgia dan Lembaga Studi Kemasyarakatan dan Bina Bakat (LSK-BB) LSM lokal di Surakarta. Badan  hukum APPOLI Nomor. W12.U17/2/2010 yang diperoleh pada tahun 2010.  Peraturan Menteri Pertanian  No. 64 Tahun 2013, yang mensyaratkan semua produsen organik dan dipasarkan di Indonesia dan di ekspor harus disertifikasi  oleh  Lembaga  Sertifikasi  Organik (LSO) yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dengan kondisi petani di negara berkembang termasuk di Indonesia adalah petani kecil sehingga tidak akan mampu melakukan sertifikasi.
International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) telah memperkenalkan model penjaminan mutu secara berkelompok yaitu dengan cara membentuk ICS (Internal Control System).   ICS adalah sistem pengendalian mutu internal ditingkat kelompok sebelum dilakukan sertifikasi oleh LSO (Lembaga Sertifikasi Organik). Standar mutu yang digunakan ICS di APPOLI  yaitu  Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor. 6729 Tahun 2016,  revisi dari standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun. 2013 dan beberapa standart Internasional pernah digunakan dalam rangka untuk memenuhi pasar ekspor. ICS merupakan metode baru di Indonesia dalam pengembangan pertanian organik bersertifikat.Sehingga banyak kelompok petani di Indonesia yang telah mengalami kegagalan dalam menerapkan ICS dan setelah tidak ada dukungan dari pemerintah banyak kelompok tani kembali ke sistem pertanian konvensional.  APPOLI salah satu gabungan kelompok tani padi organik di Indonesia yang sampai saat ini masih mampu bertahan untuk menerapkan ICS dan tersertifikasi oleh LSO dengan standar Nasional dan Internasional secara mandiri. Banyak pihak eksternal yang telah mendukung penguatan APPOLI dalam penerapan ICS. Pihak-pihak luar yang telah mendukung untuk penguatan APPOLI dalam penerapan ICS padi organik, antara lain: VECO (Vredeseilanden Country Office) Indonesia dari Belgia, Lembaga Studi Kemasyarakatan dan Bina Bakat (LSK-BB) Surakarta, Aliansi Petani Indonesia (API). Kementeran pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali. Walaupun dukungan dari berbagai pihak kepada APPOLI sangat besar tetapi APPOLI dalam menerapkan ICS masih belum bisa berfungsi secara optimal. Didasarkan pada latar belakang dan permasalahan, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisa kondisi proses penguatan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali  (APPOLI). (2) Menganalisa  penerapan ICS  (Internal Control System) di Aliansi Petani Padi Organik Boyolali  (APPOLI). (3) Menganalisa tingkat kemandirian Aliansi Petani Padi Organik Boyolali  (APPOLI) melalui penerapan ICS (Internal Control System). (4). Merumuskan model penguatan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali  (APPOLI) melalui penerapan  ICS (Internal Control System).
Penelitian ini dilakukan pada Aliansi Petani Padi Organik di Boyolali (APPOLI) dalam penerapan ICS. Berlangsung sejak Bulan September 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan focus group discussion. Subyek dalam penelitian ini adalah APPOLI. Prosedur yang ditempuh untuk mendapatkan informan tersebut adalah menggunakan purposive sampling dengan data yang terkumpul diuji keabsahanya dengan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisa kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman,  merupakan teknik analisis data kuantitatif dengan induktif.   
Hasil penelitian dari pelaksanaan penguatan APPOLI melalui penerapan ICS sebagai berikut:  (1). Kondisi proses penguatan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali, didukung oleh potensi internal yang meliputi karakteristik petani, kearifan lokal (local wisdom) dan kepemimpinan APPOLI  formal maupun non formal, tetapi sebagai kelemahan tidak ada sistim kaderisasi. Metode sekolah lapang telah meningkatakan kesadaran petani beralih dari usahatani padi konvensional keusaha padi organik tetapi kelemahnya sekolah lapang tidak berkelanjutan. Sedangkan lingkup penguatan APPOLI meliputi: (a) bina manusia telah meningkatkan kemampuan petani menerapkan GAP-Organik dan GHP-Organik, (b) bina kelembagaan telah terjadi kolektifitas pada subsistim pengendalian mutu dan pemasaran beras organik tetapi kelemahanya adalah sub-sistem produksi dikelola secara individu, (c) bina lingkungan masih lemahnya kolaborasi stakeholder dalam melakukan dukungan kepada APPOLI, (d) bina usaha masih lemahnya fungsi unit usaha pemasaran dan lemahnya kemampuan APPOLI mengembangkan jaringan pemasaran beras organik sehingga belum semua produk beras organik petani APPOLI mampu dipasarkan. (2). Internal Control System (ICS) APPOLI telah mampu menerapkan fungsinya sesuai pedoman IFOAM (2005) yang meliputi 9 unsur, yaitu: (a) Organisasi dan personel ICS, (b) Penyusunan Panduan (Uraian Struktur dan Kegiatan ICS, Standar Internal Organik, Manajemen Risiko), (c) Revisi dan Pemutahiran Panduan ICS, (d) Pendistribusian Panduan ICS, (e) Pelatihan.  (f)  Registrasi Petani (g) Pengontrolan dan Pengambilan Keputusan. (h) Inspeksi dan Sertifikasi Eksternal.  (i)  Pembelian, Pengolahan Pasca Panen dan Pemasaran.  Walaupun penerapan ICS hasilnya kurang optimal. Analisa sistim penguatan ICS hasilnya adalah: (a). Kebijakan disusun dalam bentuk panduan ICS yang didasarkan kebijakan pemerintah terbaru dengan memperhatikan kearifan lokal (lokal wisdom) (b). Ketenagaan, di tim ICS telah melibatkan generasi muda dan tua berperan sesuai dengan kompetensinya, (c). Pemutakhiran panduan ICS telah dilakukan mengikuti perkembangan kebijakan organik nasional terbaru. (d). Penyelenggaraan yang meliputi: pelatihan petani telah dilakukan tapi kurang optimal, penyelenggaraan inspeksi dan sertifikasi telah mengikuti pedoman IFOAM, sedangkan sertifikasi internasional tidak bisa berlanjut, dan penyelenggaraan pembelian, pengolahan pasca panen serta pemasaran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan ICS APPOLI. (e) Pembiayaan untuk operasional ICS masih kurang (f) Sarana prasarana untuk operasional masih kurang optimal, (g) Evaluasi ICS telah dilakukan secara internal dan eksternal oleh LSO. (3). Tingkat kemandirian APPOLI melalui penerapan ICS, beberapa elemen yang telah mandiri, meliputi: (a)  kemandirian manajemen yaitu APPOLI telah mampu mengambil keputusan secara mandiri tanpa tergantung pada pihak lain, dalam perencanaan, pelaksanaan dan monev, serta mempunyai kemampuan untuk menghasilkan beras organik yang dapat bersaing di pasar, (b) kemandirian kepercayaan yaitu APPOLI telah mampu membangun tingkat kepercayaan antar anggota dan meningkatkan keyakinan pihak lain untuk membangun sebuah komitmen serta sebuah janji yang akan di realisasikan. (c) kemandirian nilai yaitu kemampuan APPOLI dalam mengambil keputusan dan menetapkan pilihan dengan berpegang pada kearifan lokal untuk dijadikan prinsip bersikap dan berpeilaku dalam pengembangan padi organik. Sedangkan elemen kemandirian APPOLI yang masih lemah, meliputi: (a) kemandirian sosial yaitu APPOLI masih tergantung pada dukungan pemerintah dan LSM untuk mengadakan interaksi dengan lembaga eksternal. (b) kemandirian sikap mental yaitu masih belum mampu memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas SDM untuk mensikapi perubahan dan bersaing pada era global. (c) kemandirian norma yaitu secara mandiri APPOLI telah mampu membuat pedoman, ketentuan dan aturan-aturan ICS dan aturan berorganisasi, tetapi belum semua petani APPOLI mematuhinya. (4). Rekomendasi model penguatan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI) melalui penerapan Internal Control System (ICS). Penyadaran prinsip yang didasarkan pada nilai “Tri Darma” sebagai kearifan lokal untuk berperilaku dalam pengembangan padi organik. Penguatan kolektivitas pada  pengelolaan subsistem produksi, subsistem pengelolaan pascapanen, subsistem pemasaran dan subsistem pendukung. Peningkatan peran kader lokal dan kelompok tani untuk mendukung penerapan fungsi ICS. Pengembangan jaringan pemasaran dengan penguatan kolaborasi stakeholder yang saling menguntungkan dengan APPOLI sebagai inisiator.
Kebaruan/ temuan teoritik, dari penelitian ini adalah kemandirian nilai didasarkan pada kemampuan APPOLI  untuk mengambil keputusan dan menetapkan pilihan yang lebih berpegang pada prinsip-prinsip yang telah dimiliki masyarakat lokal bukan mengambil dari prinsip-prinsip orang lain, yaitu prinsip-prinsip “Tri Dharma” sebagai kearifan lokal (local wisdom),  meliputi: mulat sarira hangrasa wani, rumangsa melu handarbeni, wajib melu angrungkebi (berani mawas diri, merasa ikut memiliki, wajib ikut menjaga/membela) pada penerapan ICS. Penguatan APPOLI yang tidak adanya proses transfer kekuasaan dari lembaga donor kepada APPOLI melalui penerapan ICS (Internal Control System) melemahkan penguatan kepercayaan (trust), patuh aturan (norma), dan jaringan (networking), tingkat keswadayaan dan partisipasi petani. Kemitraan  APPOLI dengan mitra usaha untuk memperkuat fungsi unit usaha APPOLI yang tidak dibangun sistim ketergantungan yang saling menguntungkan melemahkan keberlnjutan pengembangan padi organik bersertifikat. Dari penelitian ini juga ditemukan bahwa penguatan APPOLI melalui penerapan ICS (Internal Control System) padi organik dilakukan melalui tiga tahap  yaitu:  pertama penyadaran prinsip,  kedua pemantapan kolektifitas sub-sistem usaha tani, dan ketiga pengembangan kolaborasi stakeholder.

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Endang Siti Rahayu, MS
2. Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana