Penulis Utama : Dian Dwi Inderatiwi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0317022
Tahun : 2021
Judul : Interaksionisme Simbolik Dalam Organisasi National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. ISIP-D0317022
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Difabel tergolong kelompok minoritas yang terpinggirkan di kehidupan bermasyarakat, mulai dari akses publik, pekerjaan, politik, dan lain sebagainya. Beberapa masyarakat meyakini bahwa difabel merupakan kelompok masyarakat dengan produktivitas rendah, sehingga hak-haknya menjadi diabaikan dan perlakuan membeda-bedakan atau deskriminasi yang diperoleh difabel. Saat ini di Indonesia, berbagai kegiatan produktif telah dilakukan khusus bagi penyandang disabilitas. Salah satu program yang dilaksanakan di Indonesia adalah olahraga bagi penyandang disabilitas yang dikelola pemerintah melalui wadah NPCI (National Paralympic Committee of Indonesia). Kantor NPC Indonesia dan segala penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan organisasi tersebut bertempat di Kota Surakarta. Peneliti bermaksud untuk mengetahui interkasionisme simbolik yang ada pada atlet disabilitas netra cabang olahraga goalball dalam NPC Indonesia. Teori interaksionisme simbolik menjabarkan mengenai reflektivitas, interaksi sosial, dan bahasa. Melalui simbol-simbol itulah atlet menjalani interaksi sosial dengan lingkungannya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksionisme simbolik meliputi simbol bahasa lisan, bahasa tubuh/gesture, dan bahasa isyarat. Adapun interkasionisme simbolik yang meliputi mind, self, dan society. Mind yang melatarbelakangi menjadi atlet adalah hobi, ekonomi, harga diri, rasa minder, dan masa depan. Self yaitu karakteristrik atlet menurut sudut pandang atlet itu sendiri dengan pelatih dan pendamping. Society terdiri dari beberapa kategori dalam atlet mengonstruksi dirinya antara lain pada komunitas, organisasi, media sosial, dan keluarga. Interaksionisme didukung oleh wadah atlet, keluarga, kesamaan persepsi, keingintahuan, tujuan yang sama, fasilitas, dan media sosial. Adapun yang menghambat yaitu waktu yang lama, atlet dibuat down, cidera, suasana hati, da karakter bawaan atlet.

Kata kunci: Interaksionisme simbolik, Simbol, Atlet Disabilitas Netra, Goalball, NPC Indonesia

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lampiran.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Argyo Demartoto, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP