Penulis Utama : Tatra Prima Baladina
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0517084
Tahun : 2021
Judul : Prarancangan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dari Palm Oil Mill Effluent (POME) Kapasitas 1,5 MW
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2021
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Biogas merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Biogas selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga khususnya memasak dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia mengonsumsi 26.277.000 m3 biogas dan 2.162 GWh energi listrik pada tahun 2019. Jumlah ini diprediksikan akan terus mengalami peningkatan. Pembangkit listrik tenaga biogas dengan kapasitas 1,5 MW dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk memproduksi biogas adalah POME (Palm Oil Mill Effluent) sebanyak 35,13 kg/kg produk yang merupakan limbah cair dari pengolahan CPO (Crude Palm Oil) milik PTPN VI PKS Aur Gading. Pabrik ini direncanakan didirikan pada tahun 2022 dan mulai beroperasi pada tahun 2023 di Kabupaten Batang Hari, Jambi.
Proses pembuatan biogas terdiri dari unit persiapan bahan baku, unit proses, dan unit pemurnian produk. Pada persiapan bahan baku, POME dinetralkan dengan menambahkan NaOH dan dilakukan penambahan nutrisi berupa FeCl2 dan Urea. POME selanjutnya mengalami proses fermentasi di dalam reaktor alir tangki berpengaduk dengan bantuan bakteri anaerobik pada tekanan 2 atm dan suhu 47,42oC. Gas yang dihasilkan kemudian dimurnikan dari pengotor berupa CO2, NH3, dan H2S menggunakan air di dalam scrubber. Biogas yang telah dimurnikan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit lsitrik pada generator. Limbah cair reaktor dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.
Unit pendukung proses meliputi unit pengadaan air yang bersumber dari sungai Batang Hari dengan kebutuhan sebesar 8,66 kg/kg produk, unit pengadaan listrik sebesar 309,45 kW dari generator, unit pengadaan bahan bakar biogas sebesar 96,08 m3/kg produk, unit pengadaan udara tekan sebesar 0,10 m3/kg produk, dan unit pengolahan limbah. PLTBg memiliki laboratorium yang bertugas untuk menunjang kelancaran proses produksi, menjaga mutu produk dan pengendalian pencemaran lingkungan. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan, pabrik memiliki sistem pengolahan untuk berbagai jenis limbah, baik yang berupa limbah padat, cair, maupun gas.
Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 174 orang dengan jumlah karyawan shift 116 orang dan jumlah karyawan nonshift 58 orang. Sistem keselamatan dan kesehatan kerja terdiri dari APD (Alat Pelindung Diri) dan alat satuan pemadam kebakaran.
Analisis ekonomi terhadap prarancangan PLTBg dilakukan dengan metode non-discounted cash flow dan discounted cash flow dengan nilai total investasi sebesar Rp 221.005.632.657,11 dan total biaya produksi sebesar Rp 173.941.074.272,11. Dari analisis kelayakan dengan metode non-discounted cash flow diperoleh ROROI sebesar 40,16%, CCR sebesar 3,98, dan PBP selama 3,33 tahun. Sedangkan dengan metode discounted cash flow diperoleh DCROROI sebesar 26,55%, PVR sebesar 3,00, dan DPBP selama 3,83 tahun. Selain itu, hasil analisis ekonomi juga menunjukkan nilai Break Even Point sebesar 47,35%, dan Shut Down Point sebesar 27,77%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembangkit listrik tenaga biogas ini layak untuk didirikan.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lampiran.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Paryanto, M.S.
2. Tika Paramitha, S.T., M.T.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik