Penulis Utama | : | Dimas Muryanto |
NIM / NIP | : | M0716019 |
Upah mininum kabupaten atau kota (UMK) digunakan sebagai penentu nilai minimal pengupahan dalam dunia kerja. Setiap kabupaten atau kota dapat memiliki besaran nilai UMK yang berbeda-beda. Pulau Jawa merupakan pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. UMK tertinggi dan terendah di Indonesia terdapat di Pulau Jawa yang dapat menyebabkan penyebaran penduduk tidak merata karena keinginan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Data UMK di Pulau Jawa dapat dimodelkan dengan model finite mixture, karena dalam distribusi data UMK di Pulau Jawa terlihat adanya pola multimodal. Pola multimodal diindikasikan dengan adanya lebih dari satu puncak dalam distribusi data serta uji signifikansi pola unimodal tidak terpenuhi. Distribusi data UMK memiliki karakteristik data kontinu, positif dan heavy-tailed, sehingga distribusi lognormal lebih tepat sebagai komponen model mixture. Metode estimasi parameter dalam model mixture dapat menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan algoritma Expectation Maximization (EM). Algoritma EM digunakan karena fungsi estimasi likelihood sulit diselesaikan secara langsung. Banyaknya komponen dalam model finite mixture dipilih berdasarkan ukuran Akaike Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC). Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga kelompok dalam data UMK di Pulau Jawa yang terbentuk dari model finite mixture lognormal. Kelompok pertama terdapat 61 kabupaten atau kota dengan rata-rata UMK sebesar Rp 1.911.244,45. Kelompok kedua terdapat 35 kabupaten atau kota dengan rata-rata UMK sebesar Rp
2.551.844,80. Kelompok ketiga terdapat 23 kabupaten atau kota dengan rata-rata
UMK sebesar Rp 4.248.630,53.
Kata kunci: UMK, finite mixture, expectation maximization, lognormal, pengelompokan