Penulis Utama : Mita
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D1219027
Tahun : 2021
Judul : Komodifikasi Agama dalam Iklan Audiovisual (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclogh pada Iklan Sahaja di Media Televisi)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2021
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Iklan Sahaja peneliti angkat karena iklan-iklan tersebut banyak mengandung unsur komodifikasi agama islam. Sahaja merupakan produk serangkaian rumah dan terdiri dari 7 produk, salah satunya yaitu spray higienis untuk sajadah dan mukena. Simbol-simbol agama dalam iklan dimunculkan dan dijadikan sebuah wacana sehingga hal ini dapat membuat esensi dari agama itu sendiri menjadi hilang. Masyarakat kerap kali tidak menyadari bahwa terdapat suatu nilai atau ideologi yang dibangun dalam sebuah iklan, salah satunya dengan menggunakan agama sebagai komoditas.

Penelitian ini menggunakan studi analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, dan metode analisis kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wacana komodifikasi agama yang terdapat pada Iklan Sahaja. Teori yang digunakan yaitu teori komodifikasi Vincent Mosco dan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Secara analisis, penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu pada level analisis mikro (teks, audio dan visual), meso (praktik wacana), dan makro (sosiokultur).

Pada analisis mikro, wacana komodifikasi agama Islam yang terdapat di dalamnya yaitu telapak tangan yang sedang berdoa, pemakaian busana muslim, audio latar dengan nuansa islami, penggunaan logo dan kata halal, penggunaan narasi religi dan serapan bahasa Arab, elemen-elemen visual yang dibangun dan konsep keluarga islami.

Pada analisis meso, genre dari iklan ini adalah iklan komersial, dengan tipe aktivitas iklan komersial televisi, dan style bahasa yang digunakan informal dan santai. Pengiklan sangat tahu dan menyadari bahwa produk halal di Indonesia memiliki pasar atau market yang tinggi. Selain itu positioning dari produk Sahaja memang sengaja ditujukan untuk umat Islam.

Pada analisis makro, dari segi situasional, saat itu kasus pandemi baru terjadi dan penyebarannya tinggi, kebutuhan akan produk kesehatan dan kebersihan meningkat pesat untuk itu pengiklan mengeluarkan produk Sahaja. Dari segi institusional, banyak institusi yang berpengaruh dalam praktik kewacanaannya yaitu Unilever, DMI, Baznas, Tawaf TV, Kesan, PT Intan Logistik dan juga Dompet Dhuafa. Dari segi sosial, masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup konsumtif apalagi jika produk tersebut bernuansa Islami dan digunakan oleh selebritas yang merupakan representasi dari gaya hidup Islami, hal ini membuat masyarakat memakai produk hanya untuk menjadi identitas dari apa yang mereka konsumsi.

File Dokumen Tugas Akhir : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Chatarina Heny Dwi Surwati, S.Sos., M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP