Penulis Utama : Austin Cindy Pratiwi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K5617014
Tahun : 2021
Judul : Analisis Program Latihan pada Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) Parabadminton Menuju Paralympic Tokyo 2021
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Keolahragaan - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Keolahragaan-K5617014
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Program latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 2) Periodisasi latihan tahunan yang digunakan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 3) Penyusunan program latihan makro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 4) Penyusunan program latihan mikro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 5) Penyusunan program per sesi latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif Responsive Evaluation Model (Robert Stake’s). Model ini juga menekankan pada pendekatan kualitatif-naturalistik. Instrumen yang digunakan pada umumnya mengandalkan observasi langsung maupun tak langsung dengan interpretasi data yang impresionistik. Penelitian dilakukan pada bulan  Oktober 2020 – Maret 2021. Sumber data penelitian ini meliputi pelatih, atlet, pengurus NPC, akademisi olahraga, dan program latihan. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara dokumentsi, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua teknik pengecekan kredibilitas data yaitu : (1) triangulasi, (2) Content Validity (validitas isi instrument wawancara).
Hasil penelitian :  1) Program latihan yang diterapkan pada PELATNAS Parabadminton adalah program latihan jangka menengah karena direncanakan selama jangka waktu satu tahun. 2) Periodisasi latihan yang disusun oleh tim pelatih PELATNAS Parabadminton sudah sangat baik karena adanya keterangan jumlah atlet, sasaran yang dicapai, dan persiapan teknik, taktik, psikologi. 3) siklus latihan makro atau macrocycle yang diterapkan pada periodisasi PELATNAS Parabadminton melebihi batas lamanya macrocycle tahap persiapan. 4) Sesi latihan per minggu PELATNAS Parabadminton cukup baik. 5) Program latihan di setiap tatap muka cukup baik karena tercantum durasi latihan selama 2-3 jam setiap satu kali tatap muka (3 jam pada sesi latihan pagi dan 2 jam pada sesi latihan sore). Intensitas latihan per sesi latihan dimulai dari 50% di bulan Oktober 2020 hingga 80% di bulan Juni 2021.
Kesimpulan : 1) Program latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 sudah disusun dengan cukup baik, karena sudah tertulis dan cukup sesuai dengan teori-teori perencanaan program latihan. 2) Periodisasi latihan tahunan yang digunakan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 tersusun sangat baik karena sudah tertulis dan sesuai dengan teori perencanaan periodisasi latihan. 3) Siklus program latihan makro atau macrocycle yang diterapkan pada periodisasi PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 kurang baik karena melebihi batas lamanya macrocycle tahap persiapan. 4) Program latihan mikro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 cukup baik karena unit latihan dalam satu minggu terdapat dua sesi latihan dalam satu hari, yaitu pada waktu pagi dan sore. 5) Program latihan per sesi latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 kurang baik karena item latihan setiap tatap muka tidak tercantum pada program latihan tersebut.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Program latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 2) Periodisasi latihan tahunan yang digunakan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 3) Penyusunan program latihan makro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 4) Penyusunan program latihan mikro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021. 5) Penyusunan program per sesi latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralyimpic Tokyo 2021.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif Responsive Evaluation Model (Robert Stake’s). Model ini juga menekankan pada pendekatan kualitatif-naturalistik. Instrumen yang digunakan pada umumnya mengandalkan observasi langsung maupun tak langsung dengan interpretasi data yang impresionistik. Penelitian dilakukan pada bulan  Oktober 2020 – Maret 2021. Sumber data penelitian ini meliputi pelatih, atlet, pengurus NPC, akademisi olahraga, dan program latihan. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara dokumentsi, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua teknik pengecekan kredibilitas data yaitu : (1) triangulasi, (2) Content Validity (validitas isi instrument wawancara).
Hasil penelitian :  1) Program latihan yang diterapkan pada PELATNAS Parabadminton adalah program latihan jangka menengah karena direncanakan selama jangka waktu satu tahun. 2) Periodisasi latihan yang disusun oleh tim pelatih PELATNAS Parabadminton sudah sangat baik karena adanya keterangan jumlah atlet, sasaran yang dicapai, dan persiapan teknik, taktik, psikologi. 3) siklus latihan makro atau macrocycle yang diterapkan pada periodisasi PELATNAS Parabadminton melebihi batas lamanya macrocycle tahap persiapan. 4) Sesi latihan per minggu PELATNAS Parabadminton cukup baik. 5) Program latihan di setiap tatap muka cukup baik karena tercantum durasi latihan selama 2-3 jam setiap satu kali tatap muka (3 jam pada sesi latihan pagi dan 2 jam pada sesi latihan sore). Intensitas latihan per sesi latihan dimulai dari 50% di bulan Oktober 2020 hingga 80% di bulan Juni 2021.
Kesimpulan : 1) Program latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 sudah disusun dengan cukup baik, karena sudah tertulis dan cukup sesuai dengan teori-teori perencanaan program latihan. 2) Periodisasi latihan tahunan yang digunakan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 tersusun sangat baik karena sudah tertulis dan sesuai dengan teori perencanaan periodisasi latihan. 3) Siklus program latihan makro atau macrocycle yang diterapkan pada periodisasi PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 kurang baik karena melebihi batas lamanya macrocycle tahap persiapan. 4) Program latihan mikro pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 cukup baik karena unit latihan dalam satu minggu terdapat dua sesi latihan dalam satu hari, yaitu pada waktu pagi dan sore. 5) Program latihan per sesi latihan pada PELATNAS Parabadminton menuju Paralympic Tokyo 2021 kurang baik karena item latihan setiap tatap muka tidak tercantum pada program latihan tersebut.


Kata Kunci : program latihan, Pelatnas  parabadminton.

 

: program latihan, Pelatnas  parabadminton.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Bambang Wijanarko, M.Kes
2. Slamet Widodo, S.Pd., M.Or
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Keolahragaan