Penulis Utama : Amaldo Firjarahadi Tane
Penulis Tambahan : 1. Nuzila Delayaski
2.
NIM / NIP : I0517008
Tahun : 2022
Judul : Prarancangan Pabrik Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Kapasitas 50.000 KL/Tahun
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2022
Kolasi :
Sumber : .
Subyek :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan pemurnian. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan pelarut, campuran minuman, antiseptik, desinfektan, bahan baku industri, dan bahan bakar. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas 50.000 kL/tahun dengan bahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pabrik direncanakan berdiri di Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau pada tahun 2025. Bahan baku TKKS dengan kebutuhan 9,43 kg/kg produk dibeli dari limbah industri kelapa sawit yang berada di sekitar lokasi pabrik.

Tahapan proses di pabrik bioethanol meliputi proses pretreatment bahan baku, pembentukan produk, dan pemurnian produk. Tahap pretreatment berupa pengecilan ukuran bahan baku dan pemecahan lignin pada bahan baku. Tahap pembentukan produk terjadi pada reaktor hidrolisis dan fermentor yang berlangsung secara batch. Reaksi hidrolisis berlangsung pada suhu 50°C dan tekanan 1,01 bar selama 20 jam, sedangkan reaksi fermentasi pada suhu 30°C dan tekanan 1,01 bar selama 48 jam. Konversi masing-masing reaksi yang terjadi adalah 83,6%. Reaktor disusun secara paralel agar proses dapat berlangsung secara kontiyu. Tahap pemurnian produk terdiri dari proses evaporasi, distilasi, dan adsorbsi hingga didapatkan produk bioetanol dengan kemurnian 99,6%.

Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air, steam, udara tekan, tenaga listrik, bahan bakar, refrigerasi, dan pengolahan limbah. Kebutuhan air sebesar 0,31 m3 /kg produk disuplai dari air laut dan air tanah. Kebutuhan steam sebesar 0,0032 m3 /kg produk dengan jenis saturated steam pada suhu 180°C. Kebutuhan udara tekan sebesar 0,06 Nm3 /kg produk dengan tekanan 4,05 bar. Kebutuhan listrik sebesar 0,4 kWh/kg produk yang disuplai oleh PT PLN dan sebuah generator sebagai cadangan. Bahan bakar yang digunakan adalah Industrial Diesel Oil (IDO) dan High Speed Diesel (HSD) yang disuplai oleh PT Pertamina.

Pabrik bioetanol ini memiliki bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT Borneo Energi. Struktur organisasi yang ditetapkan adalah garis dan staf. PT Borneo Energi memiliki karyawan sebanyak 136 orang yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift.

PT Borneo Energi membutuhkan modal sebesar Rp1.146.772.124.144, biaya produksi sebesar Rp1.082.315.046.861, dan akan memperoleh laba per tahun hingga Rp92.195.388.523. Hasil analisis ekonomi menyimpulkan pabrik ini layak didirikan. Analisis profitabilitas non-discounted menunjukkan nilai Payback Period (PBP) selama 2,75 tahun, Cummulative Cash Ratio (CCR) sebesar 2,98, Rate of Return on Invesment (ROROI) sebesar 26,39%, dan Cummulative Cash Position (CCP) sebesar Rp2.279.371.112.097. Berdasarkan analisis profitabilitas discounted diperoleh nilai Discounted Payback Period (DPBP) selama 3,38 tahun, Present Value Ratio (PVR) sebesar 1,88, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) sebesar 22,09%, dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp898.794.735.049.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
LAMPIRAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Margono, S.T., M.T.
2. Ir. Arif Jumari, M.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik