Penulis Utama : Muharsyam Dwi Anantama
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S841908012
Tahun : 2021
Judul : Refleksi Poskolonial Dalam Dua Novel Karya Iksaka Banu Serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana-S841908012
Subyek : -
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan 1) relasi antarunsur struktur dalam novel Pangeran Dari Timur dan Sang Raja karya Iksaka Banu, 2) gejala hibriditas, mimikri, dan ambivalensi tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur dan Sang Raja karya Iksaka Banu, dan 3) pemanfaatan hasil kajian terhadap gejala hibriditas, mimikri, dan ambivalensi tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur dan Sang Raja karya Iksaka Banu sebagai bahan ajar sastra di SMA.
Bentuk penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data penelitian ini berupa dokumen dan informan. Sumber data berupa dokumen yakni novel Pangeran Dari Timur dan Sang Raja serta dokumen lain berupa buku, prosiding seminar, dan jurnal ilmiah yang sesuai dengan topik yang dibahas. Sumber data informan adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA). Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan wawancara. Sebagai cara mempertanggungjawabkan kebasahan data digunakan validitas data berupa triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 1) unsur-unsur dalam novel Pangeran Dari Timur maupun novel Sang Raja saling berrelasi untuk membangun sebuah keutuhan cerita; 2) Hibriditas dalam novel Pangeran Dari Timur nampak pada pendidikan, cara berpakaian, dan transportasi. Tokoh-tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur yang mengalami gejala hibriditas antara lain adalah Sarip Saleh, Paman Sarip Saleh, Ratna Juwita, dan Syamsudin. Hibriditas dalam novel Sang Raja terjadi pada hal pendidikan. Tokoh-tokoh dalam novel Sang Raja yang mengalami gejala hibriditas antara lain adalah Ayah Wirosoeseno, Yu Djoem, dan Lasinah.  Mimikri dalam novel Pangeran Dari Timur nampak pada gaya hidup, cara berpakaian, dan alat transportasi. Tokoh-tokoh yang mengalami gejala mimikri dalam novel Pangeran Dari Timur adalah Ratna, Syafei, Raden Saleh, Seorang Sultan, dan Syamsudin. Mimkri dalam novel Sang Raja terjadi pada hal gaya hidup, transportasi, cara berpakain, dan properti. Tokoh-tokoh yang mengalami gejala mimikri dalam novel Sang Raja adalah Walini, Lasinah, Wirosoeseno, Ayah Wirosoeseno, Kawan Ayah Wirosoeseno, Nitisemito, Akoean Markoem, Karmain, Atmosoewito, dan Marwoto. Ambivalensi dalam novel Pangeran Dari Timur terjadi pada tokoh Raden Saleh dan Ibu Ratna Juwita. Ambivalensi dalam novel Sang Raja terjadi pada tokoh Keluarga Karel Zwaarleven, Walini, Nitisemito, dan Karmain; dan 3) hasil kajian terhadap gejala hibriditas, mimikri, dan ambivalensi tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur dan Sang Raja karya Iksaka Banu dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menjadikan hasil kajian ini sebagai contoh untuk melakukan analisis terhadap sebuah novel. Hasil kajian ini bisa digunakan sebagai bahan ajar yang berorientasi pada internalisasi nasionalisme.

Kata kunci: Poskolonial, Hibriditas, Mimikri, Ambivalensi, Bahan Ajar.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum
2. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana