Penulis Utama : Eryan Dwiki Effendi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0416018
Tahun : 2021
Judul : Pengaruh International Ultranationalist Epistemic Community Dalam Proses Perumusan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Periode 2015 - 2018
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. ISIP-D0416018
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Epistemic Community (EC) merupakan sebuah jaringan ahli suatu bidang yang berasal dari negara, organisasi atau institusi berbeda yang bekerja sama untuk memberikan usulan kebijakan bagi pemerintah yang menggunakan jasanya. Pada tahun 2015, bersamaan dengan krisis migran di Eropa, muncul sebuah jaringan serupa yang memegang teguh nilai – nilai gerakan Ultranasionalisme dan mendorong perumusan kebijakan luar negeri ekstrem seperti Brexit. Jaringan tersebut kemudian menyebar hingga Amerika Serikat (AS) beriringan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45. Berbagai penelitian terdahulu mengenai EC menunjukkan koneksi antar individu dan penggunaan media online untuk melakukan diseminasi ide. Akan tetapi, penelitian mengenai proses dan dampak pengaruh International Ultranationalist Epistemic Community (IUEC) terhadap formulasi kebijakan luar negeri AS masih cukup terbatas. Penelitian ini mencoba untuk mengisi kekurangan tersebut dengan menggunakan konsep Epistemic Community milik Peter M. Haas.
Dengan memetakan individu – individu yang tergabung di dalam IUEC serta titik interaksinya dengan pemerintah AS, penelitian ini menemukan bahwa IUEC memiliki pengaruh yang kuat dalam perumusan kebijakan LN AS yang berkaitan dengan imigrasi, Paris Agreement dan TPP. Kekuatan untuk memengaruhi perumusan kebijakan LN tersebut didapatkan oleh IUEC ketika beberapa anggotanya diberikan jabatan penasihat di Gedung Putih pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden tahun 2016. Pelantikan tersebut merupakan upaya pemerintah AS untuk menemukan solusi dari tiga isu sosial utama yang muncul selama pemilu yaitu isu mengenai imigrasi, islamofobia dan anti-globalisme. Penemuan di atas menunjukkan bahwa EC apabila menduduki kursi sebagai penasihat pemerintahan dapat mendorong penerapan kebijakan luar negeri yang memiliki dampak besar di dunia politik internasional.

Kata Kunci: Amerika Serikat, Eropa, Epistemic Community, Ultranasionalisme, Travel Ban, Trans-Pacific Partnership Agreement, Paris Agreement.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Bintang Indra Wibisono, S. Hub. Int., M.A
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP