Penulis Utama : Yulita Tri Anggrahini
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0417061
Tahun : 2022
Judul : Analisis Upaya UNFPA-UNICEF Memberantas Female Genital Mutilation di Mesir Melalui Joint Programme on the Abandonment of Female Genital Mutilation
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Female Genital  Mutilation adalah sebuah proses pemotongan sebagian atau keseluruhan organ kewanitaan tanpa alasan medis. Mesir merupakan salah satu negara dengan prevelensi FGM tinggi, pada 2008 terdapat 91% wanita usia 15 – 49 mengalami FGM. Oleh karena itu, UNICEF dan UNFPA melakukan sosialisasi norma anti-FGM ke beberapa negara termasuk Mesir melalui Joint Program on Abandonment of Female Genital Mutilation yang dimulai sejak 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya UNFPA dan UNICEF memberantas FGM di Mesir melalui joint program ini. Penelitian ini menggunakan teori norm life cycle dari Martha Finnemore untuk menganalisis kemunculan dan pengaliran norma anti-FGM di Mesir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan internet-based research. Proses analisis data kualitatif yang mencakup reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjabarkan bahwasanya Pada pelaksanaanya UNFPA-UNICEF menggandeng sektor pembuat kebijakan dengan mendorong pemerintah untuk memasukkan FGM ke dalam KUHP dan mengamandemen undang – undang perlindungan anak. Pada sektor agama, UNFPA-UNICEF mengajak para pemuka agama untuk ikut andil  dalam  kampanye pemberantasan FGM pada kegiatan ibadah. UNFPA-UNICEF memberikan pelatihan pada tenaga kesehatan mengenai bahaya dan cara menangani korban FGM serta melakukan kampanye ‘Doctor against FGM’ untuk menekan medikalisasi. Melalui Joint Program ini, UNFPA-UNICEF juga menjangkau anak muda melalui kampanye melalui media sosial dan diskusi terbuka program YPeer. Namun proses sosialisasi norma menemui berbagai kendala seperti rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya FGM, tren medikalisasi, perbedaan pendapat dengan kelompok pro-FGM dan gejolak politik dalam negeri. Negara Mesir masih terbilang jauh dari kata berhasil karena dalam dua fase Joint Program yang telah terlaksana, tercatat angka FGM pada anak perempuan usia 15 – 19 tahun hanya mengalami penurunan sebesari 11?ri 81 persen pada 2008 menjadi 70 persen pada 2016.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Leni Winarni S.IP,.M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP