Penulis Utama : Salman Al Farisi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0417051
Tahun : 2022
Judul : Bulan Bintang di Kota Santri: Dinamika Partai Masyumi di Kabupaten Jombang 1945-1971
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang: 1) kondisi sosial politik Jombang tahun 1945-1960; 2) dinamika Partai Masyumi di Jombang tahun 1945-1960; 3) dan kondisi politik Masyumi pasca membubarkan diri tahun 1960-1971;

Metode penelitian yang digunakan di sini adalah metode penelitian sejarah. Langkah yang dilakukan dimulai dari heuristik (pengumpulan sumber) yang diperoleh dari dokumen, buku, dan majalah serta surat kabar sezaman yang dilengkapi dengan hasil wawancara. Setelah tahap heuristik selesai, maka dilakukan kritik sumber baik eskternal maupun internal, kemudian intepretasi (analisis sumber) dan terakhir historiografi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial politik di Kota Santri banyak dipengaruhi oleh keberadaan kiai dan pesantren tradisional yang terorganisasi dalam Nahdlatul Ulama. Kondisi demikian membuat Jombang sebagai jantung NU yang kala itu menjadi salah satu pendiri Masyumi, menjadi salah satu cabang Masyumi terbesar di Indonesia. Kepergian NU dari Masyumi pada tahun 1952 membuat Masyumi Jombang mengalami krisis politik yang begitu berat. Ia nyaris kehilangan seluruh pendukungnya, yang membuatnya hanya bisa bertumpu pada kantung Muhammadiyah yang relatif kecil sebagai basis kekuatannya di Jombang. Meskipun begitu, tak semua kiai dan warga Nahdliyin mengikuti jejak NU sebagai partai politik. Beberapa kiai dari pesantren Tebuireng menyatakan tetap bertahan di dalam Masyumi, yang kemudian memicu pergolakan di kalangan para petinggi pesantren di Jombang. Pada saat Masyumi Jombang membubarkan diri, kader-kadernya sempat mendapat banyak tekanan dan mengalami kesulitan untuk saling berkomunikasi. Ketika upaya rehabilitasi Masyumi menemui kegagalan, sebagian kader Masyumi Jombang beralih ke partai Islam lain, sebagian lagi kembali ke Muhammadiyah, dan ada juga yang kemudian aktif di tarekat.

Berdasarkan pada dinamika Partai Masyumi di Kabupaten Jombang, dapat disimpulkan bahwa kepergian NU dari Masyumi sangat melemahkan kekuatan politik Masyumi di daerah-daerah yang merupakan basis NU. Hal ini kemudian membuat Masyumi gagal memenangkan Pemilu di tahun 1955. Selain itu, tidak diikutinya langkah politik NU oleh sebagian Nadhliyyin di Jombang yang berpegang pada fatwa KH Hasyim Asy’ari, menunjukkan bahwa ikatan seorang Nahdliyin dengan kiainya dapat melampaui ikatan mereka dengan NU.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
LAMPIRAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Isnaini W.W, M.Pd
2. Dr. Asti Kurniawati, S.S., M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya