Penulis Utama : Asa Hizkia Adidana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0717020
Tahun : 2021
Judul : Kajian Jenis Pupuk Kandang dan Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-H0717020
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Kelor dapat tumbuh subur pada dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Menurut hasil penelitian Sawaludin et al (2018), menunjukkan bahwa macam media secara umum mempengaruhi pertumbuhan bibit asal stek batang kelor pada umur 56 hari setelah tanam (HST). Pupuk kandang tidak hanya mengandung unsur makro seperti nitrogen (N), fosfat (P) dan kalium (K), namun pupuk kandang juga mengandung unsur mikro seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan mangan (Mn) yang dibutuhkan tanaman serta berperan dalam memelihara keseimbangan hara dalam tanah, karena pupuk kandang berpengaruh untuk jangka waktu yang lama dan merupakan gudang makanan bagi tanaman. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk dan jenis tanah yang paling baik digunakan untuk pertumbuhan Kelor.
Penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan September - November. Lokasi penelitian bertempat Rumah Kasa (screen house) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Analisis laboratorium akan dilaksanakan di Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta.  Jenis pupuk yang digunakan dalam penelitian yaitu pupuk mkandang sapi, kambing dan ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 9 perlakuan yaitu T1,T2,T3 (Kontrol), Tanah Latosol 50% + pupuk kandang sapi 50%, Tanah Latosol 50% + pupuk kandang kambing 50%, Tanah Latosol 50% + pupuk kandang ayam 50%, Tanah Andosol 50% + pupuk kandang sapi 50% , Tanah Andosol 50% + pupuk kandang kambing 50%, Tanah Andosol 50% + pupuk kandang ayam 50%, Tanah Grumosol 50% + pupuk kandang sapi 50% , Tanah Grumosol 50% + pupuk kandang kambing 50%, Tanah Grumosol 50% + pupuk kandang ayam 50%. Variabel yang diamati yaitu muncul tunas, panjang tunas, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan. Analisis data menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai Kajian Jenis Pupuk Kandang dan Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera L). adalah bahwa pemberian perlakuan tanah memberikan pengaruh pada tinggi tanaman. Perlakuan pupuk memberikan pengaruh pada variabel tinggi tanaman, muncul tunas tanaman dan berat segar brangkasan. Interaksi antara perlakuan pupuk dan tanah berpengaruh terhadap variable tinggi tanaman. Perlakuan tanah latosol 50% + pupuk kandang kambing 50% diketahui mendapatkan hasil lebih baik pada variable tinggi tanaman, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan. Perlakuan pupuk jauh lebih mempengaruhi terhadap variable pengamatan dibandingkan dengan perlakuan jenis tanah.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Trijono Djoko Sulistijo, M.P.
2. Dr.Ir. Puji Harsono M.P., C.R.A., C.R.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian