Penulis Utama : Dian Eka Widyasari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S531808010
Tahun : 2021
Judul : Pengaruh Densitas Energi dan Urutan Makan Sayur Terhadap Kadar Gula Darah dan Tingkat Kenyang Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana-S531808010
Subyek : -
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :


Latar Belakang: Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor pencetus terjadinya peningkatan kejadian DMT2. Densitas energi rendah telah direkomendasikan dalam manajemen penurunan berat  badan.  Mendahulukan makan  sayur sebelum protein  dan karbohidrat dapat memperbaiki kontrol gula darah dan meningkatkan rasa kenyang pada pasien obesitas. Namun, kedua faktor tersebut belum diketahui efeknya pada pasien  DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh densitas energi dan urutan makan sayur terhadap kadar gula darah puasa dan tingkat kenyang pasien DMT2.
Subjek dan Metode: penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan pre-post test design. Sebanyak 24 orang pasien DMT2  tanpa komplikasi di wilayah Puskesmas Manyaran, Kota Semarang dipilih sebagai subjek penelitian secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap (densitas energi dan urutan makan sayur) dengan waktu masing-masing 10 hari. Subjek penelitian dibagi secara random dalam 3 kelompok: kontrol (K) densitas energi rendah (P1), dan densitas energi tinggi (P2). Setelah 14 hari, penelitian dilanjutkan dengan mengubah urutan makan sayur: kontrol (K2), urutan makan sayur sebelum karbohidrat (P3) dan urutan makan sayur bersama karbohidrat (P4). Kadar gula darah puasa diukur menggunakan metode heksokinase dan tingkat kenyang menggunakan kuesioner VAS (Visual Analogue Scale) pada menit ke- 0,30,60,90 dan 120.  Uji Kruskall Wallis untuk menganalisis pengaruh densitas energi dan urutan makan sayur terhadap GDP dan Repeated Measures Anova untuk menganalisis pengaruh densitas energi dan urutan makan sayur terhadap tingkat kenyang dengan signifikansi p < 0>Hasil: Pada tahap I, rerata penurunan GDP  kelompok P1(-36,00 ± 23,42 mg/dl) berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok K (8,12 ± 27,19 mg/dl ; p = 0,001), tetapi tidak berbeda signifikan dengan kelompok P2 (21,12 ± 50,45 mg/dl). Pada tahap II kelompok P3 (-48,00 ± 23,19 mg/dl) memiliki penurunan rerata GDP secara signifikan dibandingkan kelompok K (-10,50 ±32,81 mg/dl ; p = 0,001), tetapi tidak signifikan dibandingkan dengan kelompok P4 (-29,62 ± 51,16 mg/dl). Berbeda dengan GDP, kelompok P2 (34,43±12,38 mm) memiliki tingkat kenyang lebih baik daripada kelompok K1(48,31±11,54 mm) dan signifikan secara statistik pada menit ke-120 (p=0,009), sedangkan tingkat kenyang tidak berbeda pada kelompok P3, P4 dan Kesimpulan: Densitas energi rendah dan urutan makan sayur sebelum karbohidrat menurunkan kadar gula darah puasa,  sedangkan  densitas energi tinggi pada menit ke-120 meningkatkan rasa
kenyang pada pasien DM tipe 2.

Kata kunci: densitas energi, urutan makan sayur, kadar gula darah, tingkat kenyang, diabetes melitus tipe 2

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustala.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dono Indarto, dr., M. Biotech, St., PhD., St. AIFM
2. Prof. Dr. Yulia Lanti Retno Dewi, dr., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana