<xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]-->ABSTRAKHujaefa Hi Muhamad T111708003. Bentuk dan Fungsi Honorifik Bahasa Taba di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Tinjauan Sosiolinguistik). Disertasi Doktor. Promotor. Prof. Dr. Wakit Abdullah, M.Hum, Ko-Promotor: Dr. Dwi Purnanto, M.Hum (Alm), Ko-promotor: Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Program Studi S3 Linguistik. Minat utama Linguistik Deskriptif. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.             Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkapkan bentuk-bentuk honorifik BT dialek Makian dikaitkan variasi jenis pemakaian honorifik dalam BT di pulau Makian. (2) membuat pola kaidah morfosintaksis honorifik BT dialek  Waigitang-Waikyon. (3) membuat pola kaidah alternasi, kookurensi, dan sekuensi sistem honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (4) menggali fungsi-fungsi penggunaan honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (5) menemukan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pemakaian variasi honorifik BT di Pulau Makian.            Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik, khususnya dalam menjelaskan honorifik BT dan faktor sosial yang melatarbelakangi. Sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah tuturan- tuturan BT yang digunakan oleh masyarakat di pulau Makian. Data dalam penulisan ini merupakan tuturan BT yang menggunakan kaidah honorifik dalam komunikasi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode elisitasi melalui observasi, wawancara dan rekaman, data natural elisitasi dilengkapi dengan metode DCT untuk mendapatkan data pembanding dan pelengkap.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam BT (ranah kekerabatan, ranah agama, ranah pendidikan, ranah pemerintahan, dan ranah sosial) ditemukan tiga bentuk honoririfik, yaitu pertama sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik yang menempel pada verba. Kedua, BT terdapat 3 jenis kaidah morfosintaksis yang digunakan dalam percakapan. Ketiga Variasi kaidah morfosintaksis dalam BT, antara lain Vous tipe 1 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik), Vous tipe 2 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik), dan Tu (penggunaan sapaan nonhonorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik). Selanjutnya, kaidah sosiolinguistik dalam penulisan ini dijelaskan berdasarkan kaidah alternasi, kaidah kookurensi, dan kaidah sekuensi. Adapun beberapa faktor sosial yang paling berpengaruh dalam pemilihan honorifik penutur bahasa Taba, yaitu umur, senioritas, keagamaan, pangkat dan jabatan, situasi, dan penampilan. Terakhir fungsi honorifik BT dapat dijabarkan sebagai berikut 1) Pernyataan status sosial pembicara, 2) fungsi pengakraban, 3) menyesuaikan penutur, 4) menghormati penutur, dan 5) penanda hubungan sayang.            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Pemerinta daerah kabupaten Halmaherah Selatan yang merencanakan program penggunaan bahasa daerah pada jenjang pendidikan formal. Disarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Halmahera Selatan agar memasukkan kurikulum bahasa daerah untuk diajarkan di Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Pulau Makian. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian bahasa Taba agar tetap terjaga, dan tidak dilupakan oleh generasi-generasi penuturnya yang mendatang. Bentuk-bentuk honorifik bahasa Taba yang hendak diajarkan atau dibakukan itu haruslah sesuai dengan jiwa masyarakat penutur bahasa yang bersangkutan, sehingga semakin menambah keragaman budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.  " /> bentuk dan fungs honorifik bahasa Taba di Pulau Makian kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (tinjauan Sosiolinguisti) <xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]-->ABSTRAKHujaefa Hi Muhamad T111708003. Bentuk dan Fungsi Honorifik Bahasa Taba di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Tinjauan Sosiolinguistik). Disertasi Doktor. Promotor. Prof. Dr. Wakit Abdullah, M.Hum, Ko-Promotor: Dr. Dwi Purnanto, M.Hum (Alm), Ko-promotor: Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Program Studi S3 Linguistik. Minat utama Linguistik Deskriptif. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.             Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkapkan bentuk-bentuk honorifik BT dialek Makian dikaitkan variasi jenis pemakaian honorifik dalam BT di pulau Makian. (2) membuat pola kaidah morfosintaksis honorifik BT dialek  Waigitang-Waikyon. (3) membuat pola kaidah alternasi, kookurensi, dan sekuensi sistem honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (4) menggali fungsi-fungsi penggunaan honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (5) menemukan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pemakaian variasi honorifik BT di Pulau Makian.            Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik, khususnya dalam menjelaskan honorifik BT dan faktor sosial yang melatarbelakangi. Sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah tuturan- tuturan BT yang digunakan oleh masyarakat di pulau Makian. Data dalam penulisan ini merupakan tuturan BT yang menggunakan kaidah honorifik dalam komunikasi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode elisitasi melalui observasi, wawancara dan rekaman, data natural elisitasi dilengkapi dengan metode DCT untuk mendapatkan data pembanding dan pelengkap.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam BT (ranah kekerabatan, ranah agama, ranah pendidikan, ranah pemerintahan, dan ranah sosial) ditemukan tiga bentuk honoririfik, yaitu pertama sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik yang menempel pada verba. Kedua, BT terdapat 3 jenis kaidah morfosintaksis yang digunakan dalam percakapan. Ketiga Variasi kaidah morfosintaksis dalam BT, antara lain Vous tipe 1 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik), Vous tipe 2 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik), dan Tu (penggunaan sapaan nonhonorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik). Selanjutnya, kaidah sosiolinguistik dalam penulisan ini dijelaskan berdasarkan kaidah alternasi, kaidah kookurensi, dan kaidah sekuensi. Adapun beberapa faktor sosial yang paling berpengaruh dalam pemilihan honorifik penutur bahasa Taba, yaitu umur, senioritas, keagamaan, pangkat dan jabatan, situasi, dan penampilan. Terakhir fungsi honorifik BT dapat dijabarkan sebagai berikut 1) Pernyataan status sosial pembicara, 2) fungsi pengakraban, 3) menyesuaikan penutur, 4) menghormati penutur, dan 5) penanda hubungan sayang.            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Pemerinta daerah kabupaten Halmaherah Selatan yang merencanakan program penggunaan bahasa daerah pada jenjang pendidikan formal. Disarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Halmahera Selatan agar memasukkan kurikulum bahasa daerah untuk diajarkan di Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Pulau Makian. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian bahasa Taba agar tetap terjaga, dan tidak dilupakan oleh generasi-generasi penuturnya yang mendatang. Bentuk-bentuk honorifik bahasa Taba yang hendak diajarkan atau dibakukan itu haruslah sesuai dengan jiwa masyarakat penutur bahasa yang bersangkutan, sehingga semakin menambah keragaman budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.  " />

Penulis Utama : Hujaefa Hi. Muhamad
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T111708003
Tahun : 2022
Judul : bentuk dan fungs honorifik bahasa Taba di Pulau Makian kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (tinjauan Sosiolinguisti)
Edisi :
Imprint : surakarta - Pascasarjana - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]-->

ABSTRAK

Hujaefa Hi Muhamad T111708003. Bentuk dan Fungsi Honorifik Bahasa Taba di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Tinjauan Sosiolinguistik). Disertasi Doktor. Promotor. Prof. Dr. Wakit Abdullah, M.Hum, Ko-Promotor: Dr. Dwi Purnanto, M.Hum (Alm), Ko-promotor: Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Program Studi S3 Linguistik. Minat utama Linguistik Deskriptif. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.

 

            Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkapkan bentuk-bentuk honorifik BT dialek Makian dikaitkan variasi jenis pemakaian honorifik dalam BT di pulau Makian. (2) membuat pola kaidah morfosintaksis honorifik BT dialek  Waigitang-Waikyon. (3) membuat pola kaidah alternasi, kookurensi, dan sekuensi sistem honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (4) menggali fungsi-fungsi penggunaan honorifik BT dialek Waigitang-Waikyon. (5) menemukan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pemakaian variasi honorifik BT di Pulau Makian.

            Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik, khususnya dalam menjelaskan honorifik BT dan faktor sosial yang melatarbelakangi. Sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah tuturan- tuturan BT yang digunakan oleh masyarakat di pulau Makian. Data dalam penulisan ini merupakan tuturan BT yang menggunakan kaidah honorifik dalam komunikasi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode elisitasi melalui observasi, wawancara dan rekaman, data natural elisitasi dilengkapi dengan metode DCT untuk mendapatkan data pembanding dan pelengkap.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam BT (ranah kekerabatan, ranah agama, ranah pendidikan, ranah pemerintahan, dan ranah sosial) ditemukan tiga bentuk honoririfik, yaitu pertama sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik yang menempel pada verba. Kedua, BT terdapat 3 jenis kaidah morfosintaksis yang digunakan dalam percakapan. Ketiga Variasi kaidah morfosintaksis dalam BT, antara lain Vous tipe 1 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina honorifik, dan proklitik honorifik), Vous tipe 2 (penggunaan sapaan honorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik), dan Tu (penggunaan sapaan nonhonorifik, pronomina nonhonorifik, dan nonproklitik honorifik). Selanjutnya, kaidah sosiolinguistik dalam penulisan ini dijelaskan berdasarkan kaidah alternasi, kaidah kookurensi, dan kaidah sekuensi. Adapun beberapa faktor sosial yang paling berpengaruh dalam pemilihan honorifik penutur bahasa Taba, yaitu umur, senioritas, keagamaan, pangkat dan jabatan, situasi, dan penampilan. Terakhir fungsi honorifik BT dapat dijabarkan sebagai berikut 1) Pernyataan status sosial pembicara, 2) fungsi pengakraban, 3) menyesuaikan penutur, 4) menghormati penutur, dan 5) penanda hubungan sayang.

            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Pemerinta daerah kabupaten Halmaherah Selatan yang merencanakan program penggunaan bahasa daerah pada jenjang pendidikan formal. Disarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Halmahera Selatan agar memasukkan kurikulum bahasa daerah untuk diajarkan di Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Pulau Makian. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian bahasa Taba agar tetap terjaga, dan tidak dilupakan oleh generasi-generasi penuturnya yang mendatang. Bentuk-bentuk honorifik bahasa Taba yang hendak diajarkan atau dibakukan itu haruslah sesuai dengan jiwa masyarakat penutur bahasa yang bersangkutan, sehingga semakin menambah keragaman budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : 1. BAB 1.pdf
2. BAB 2.pdf
3. BAB 3.pdf
4. BAB 4.pdf
5. BAB 5.pdf
6. DAFTAR PUSTAKA.pdf
7. LAMPIRAN DISERTASI.pdf
COVER pdf OKOK.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. rof. Dr Wakit Abdullah, M. Hum
2. Dr. Sri Marmanto, M.Hum
Catatan Umum : -
Fakultas : Pascasarjana