Penulis Utama | : | Gabriella Imelda Putri |
NIM / NIP | : | I0118061 |
Kayu sengon memiliki karakteristik silvikultur yang baik dan kualitas yang dapat diterima untuk kayu pertukangan. Namun, kayu ini memiliki mutu yang rendah sehingga perlu dilakukan rekayasa dengan membuat produk Laminated Veneer Lumber (LVL). LVL merupakan proses penyatuan beberapa lapis veener dengan menggunakan perekat dengan arah serat yang sama. Umumnya kayu memiliki kuat tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuat tekannya. Namun, ketika diberikan beban lentur, keruntuhan awal yang terjadi merupakan keruntuhan tarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pergeseran garis netral yang terjadi pada balok kayu LVL Sengon ketika diberikan beban lentur dan menghitung faktor konversi antara kuat tekan-tarik langsung dengan kuat tekan-tarik lentur pada material kayu LVL Sengon. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode eksperimental. Pada penelitian ini dilakukan pengujian propertis kayu dan pengujian kuat lentur kayu. Benda uji lentur pada penelitian ini adalah balok kayu LVL Sengon dengan lebar 5 cm, tinggi 12 cm, dan panjang bentang 150 cm. Pada penelitian ini, perhitungan dilakukan dengan melakukan simulasi numerik menggunakan program MATLAB. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa posisi garis netral pada penampang kayu LVL sengon mengalami pergeseran garis netral kearah material yang memiliki kekuatan lebih rendah. Nilai faktor koreksi rata-rata nilai tegangan aksial menjadi nilai tegangan lentur untuk kayu LVL Sengon sampel 1 adalah 1,3919 untuk tarik dan 3,6518 untuk tekan. Sedangkan nilai faktor koreksi untuk kayu LVL sengon sampel 2 adalah 1,0087 untuk tarik dan 3,7998 untuk tekan.