Penulis Utama : Evita Dewi Brilianti
NIM / NIP : H0417026
×

Desa wisata merupakan salah satu penerapan kegiatan untuk dapat menghasilkan Pendapat Asli Desa (PAD) yang digunakan sebagai penambah pemasukan dana desa guna menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Upaya pengembangan potensi desa wisata harus melibatkan masyarakat dan kelompok penting yang lainnya. Pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama didalamnya dinamakan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan konsep CBT, melakukan pemetaan faktor pendukung dan penghambat penerapan konsep, menganalisis dampak pariwisata berkelanjutan, dan menganalisis peran stakeholders yang ada dalam pengelolaan desa wisata Randugede Hidden Paradise (RHP).
Metode dasar penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penentuan informan secara purposive sampling dan snowball. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalis dengan teknik analisis data interaktif. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Wisata Randugede Hidden Paradise, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Informan dari penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari Ketua BUMDES Randualas, Kepala Desa Randugede dan para pekerja di Desa Wisata Randugede Hidden Paradise.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep CBT terlihat dalam dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan politik. Faktor pendukung antara lain potensi SDA dan SDM yang baik dari Desa Randugede, peluang menambah sumber PAD dan meningkatkan perekonomian masyarakat, serta banyaknya stakeholder. Faktor penghambat yaitu kurangnya modal awal, masih ada sedikit keraguan dari beberapa masyarakat, dan banyaknya pesaing sektor wisata di Magetan. Dampak pariwisataa berkelanjutan terlihat dari ecologycal sustainablity, social adpatibility dan cultural sustainability. Stakeholders pengelolaan desa wisata RHP dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu primer, kunci dan sekunder. Masing-masing stakeholder memiliki peran sendiri seperti policy creator, koordinator, fasilitator, implementor, dan akselerator.

 

×
Penulis Utama : Evita Dewi Brilianti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0417026
Tahun : 2021
Judul : Penerapan Konsep Community Based Tourism Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus pada Desa Wisata Randugede Hidden Paradise, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2021
Program Studi : S-1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-H0417026
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Agung Wibowo, S.P., M.Si.
2. Dr. Ir. Eny Lestari, M.Si.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.