Penulis Utama : Nadine Yuki Azzahra
NIM / NIP : H0217045
×

KOMPARASI MIKORIZA, PUPUK KIMIA, DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN, STATUS P, DAN BAKTERI ENDOFIT TANAMAN JAGUNG. Skripsi: Nadine Yuki Azzahra (H0217045). Pembimbing: Vita Ratri Cahyani, Retno Rosariastuti. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret-Surakarta

Andisol memiliki kendala utama berupa tingginya fiksasi phosphor (P) karena mineral penyusunnya yang didominasi allofan, sehingga ketersediaan P pada tanah rendah. Unsur P merupakan unsur hara makro esensial untuk tanaman, sehingga rendahnya ketersediaan P dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala P pada Andisol adalah dengan menggunakan pupuk hayati mikoriza arbuskular (MA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan fungsional produk kultur MA yang telah diproduksi sebelumnya melalui dua generasi. Pot kultur generasi I diproduksi menggunakan 5 macam media yaitu media zeolite (A0), media Andisol Tengaran (A1), media Andisol Tengaran dan Tawangmangu (A2), media Andisol Tengaran dan Tawangmangu + nutrisi bio-RP (A3), dan media Inceptisol (A4), serta empat sumber inokulum, yaitu tanpa inokulum (I0), inokulum yang diisolasi dari Andisol Tengaran (I1), inokulum yang diisolasi dari Andisol Tengaran dan Tawangmangu (I2), dan inokulum yang diisolasi dari delapan ordo tanah tropika (I3). Pot kultur generasi II merupakan proses pengkulturan kembali kultur generasi I, menggunakan lima komposisi media yang sama dengan pot kultur generasi I, namun sumber inokulumnya berasal dari produk kultur MA generasi I. Produk kultur yang memiliki konsistensi infektivitas dan efektivitas tertinggi pada media Andisol pada generasi I dan II adalah kultur A1I3 serta A2I2, sementara pada media zeolite adalah kultur A0I2 dan A0I3. Pengujian dilakukan pada delapan produk kultur MA generasi I dan II tersebut, dibandingkan dengan inokulum mikoriza dari alam, pupuk kimia yang terdiri dari urea, SP-36, dan KCl, kompos jerami padi, dan berbagai kombinasi perlakuan termasuk penggunaan nutrisi bio-RP (rock phosphate, kultur cair BPN dan bakteri dan fungi pelarut fosfat) dalam mengatasi kendala retensi unsur P secara spesifik pada Andisol yang ditunjukkan dari pertumbuhan, serapan P, dan bakteri endofit tanaman jagung (Zea mays L.). 
Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan sebanyak 18 aras dan diulang 3 kali, yang terdiri atas T0 = Kontrol; T1 = Inokulum Andisol Tengaran; T2 = Inokulum Andisol Tengaran+Tawangmangu; T3 = Inokulum campuran dari 8 jenis tanah; T4 = kultur A1I3 generasi I; T5 = kultur A1I3 generasi II; T6 = kultur A2I2 generasi I; T7 = kultur A2I2 generasi II; T8 = kultur A0I3 generasi I; T9 = kultur A0I3 generasi II; T10 = kultur A0I2 generasi I; T11 = kultur A0I2 generasi II; T12 = Pupuk kimia (urea, SP-36, KCl) 50% + kultur A1I3 generasi I dan II; T13 = Pupuk kimia (urea, SP-36, KCl) 50% + kultur A2I2 generasi I dan II; T14 = Pupuk kimia (urea, SP-36, KCl) 100%; T15 = Kompos jerami padi 50%; T16 = Kompos jerami padi 100%; T17 = Set kombinasi (Kompos jerami padi 50% + Rock phosphate + kultur A1I3 generasi I dan II + BPN dan MPF). 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi MA tertinggi di antara seluruh perlakuan ditunjukkan oleh perlakuan kultur A1I3 generasi II (T5). Infeksi MA yang tinggi dapat meningkatkan penyerapan unsur P dari tanah melalui perpanjangan hifa sehingga berpengaruh pada peningkatan berat kering dan serapan P. Kultur MA generasi II memiliki efektivitas lebih tinggi terhadap pertumbuhan tanaman dibandingkan kultur generasi I. Kultur A1I3 generasi II (T5), diikuti oleh A2I2 generasi II (T7) dan A0I2 generasi II (T11) secara konsisten menunjukkan hasil tertinggi pada pertumbuhan tanaman di antara delapan produk kultur MA. Kultur A1I3 generasi II (T5) memiliki level serapan P tanaman yang sama dengan perlakuan pupuk kimia 100% (T14), lebih tinggi 144?ri kontrol (T0), 30% - 41?ri inokulum MA dari alam (T1 – T3), 4% - 11?ri kombinasi pupuk kimia 50% dengan kultur MA (T12 – T13), dan 7?ri kompos jerami padi 50% (T15), namun lebih rendah 29?ri kompos jerami padi 100% (T16) dan 18?ri set kombinasi (T17). Perlakuan yang menunjukkan berat segar dan kering tajuk serta serapan P tertinggi (T17, T16, T5, T11, T7) juga memiliki kadar N, P jaringan dan klorofil yang tinggi yang menunjukkan aktivitas metabolisme yang tinggi. Mekanisme peningkatan berat kering dan serapan P tanaman pada perlakuan kompos jerami padi 100% (T16) disebabkan karena peningkatan unsur hara tanah yaitu C organik, N total, dan P tersedia, sementara pada perlakuan set kombinasi (T17) peningkatan disebabkan karena adanya peningkatan hara karena pemberian kompos jerami padi dan rock phosphate serta adanya sinergisme antara bakteri penambat nitrogen dan mikroorganisme pelarut fosfat.

 

×
Penulis Utama : Nadine Yuki Azzahra
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0217045
Tahun : 2022
Judul : Komparasi Mikoriza, Pupuk Kimia, dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan, Status P, dan Bakteri Endofit Tanaman Jagung pada Andisol Tengaran
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2022
Program Studi : S-1 Ilmu Tanah
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Andisol, Mikoriza Arbuskular, Serapan P, Bakteri Endofit, Jagung
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr.Agr.Sc. Ir. Vita Ratri Cahyani, M.P.
2. Prof. Dr. Ir. M.M.A. Retno Rosariastuti, M.Si.
Penguji : 1. Dr. Ir. Jauhari Syamsiyah, M.S.
Catatan Umum : tidak ada DOI (2)
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.