Penulis Utama : Cinly Aulia
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0417015
Tahun : 2022
Judul : Pengaruh Kebijakan Deregulasi Perbankan Terhadap Krisis Moneter dan Perbankan di Indonesia Tahun 1988-1998
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Cinly Aulia. B0417015. 2022. Pengaruh Kebijakan Deregulasi Perbankan Terhadap Krisis Moneter dan Perbankan di Indonesia Tahun 1988-1998. Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kebijakan Deregulasi Perbankan di Indonesia pada tahun 1988 yang dikenal dengan Paket Oktober 1988, (2) Industri Perbankan di Indonesia dalam menyambut kebijakan deregulasi perbankan yang berakibat pada terjadinya krisis moneter tahun 1997, (3) Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia dalam mengatasi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997-1998. Langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah adalah, Heuristik, Kritik Sumber (Kritik Intern dan Kritik Ekstern), Interpretasi Data, dan tahap terakhir Historiografi. Sumber penelitian ini didapatkan dari surat kabar Kompas terbitan tahun 1988, 1997, dan 1998 yang didapat dari Perpustakaan Nasional Indonesia dan Arsip Kompas. Penulis juga menggunakan Laporan Tahunan Bank Indonesia di tahun 1988-2000. Hasil penelitian dalam penulisan skripsi ini menunjukkan bahwa krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 merupakan akibat dari akumulasi permasalahan perbankan di masa lalu. Kebijakan Deregulasi Perbankan Pakto 88 yang menyebabkan booming dan meningkat pesatnya bank di Indonesia serta berubah nya aturan dalam dunia perbankan menyebabkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter hilang kendali. Kebijakan deregulasi yang diharapkan membawa angin segar bagi dunia perbankan nyatanya tidak begitu membawa dampak yang baik dan kurangnya pengawasan pada sektor perbankan membuat lemahnya perekonomian Indonesia. Lembaga-lembaga diluar Bank Indonesia yang kurang memanfaatkan kebijakan deregulasi dengan bijak juga menambah permasalahan sehingga mencapai puncaknya di tahun 1997-1998 dimana terjadi krisis ekonomi dan perbankan yang cukup parah. Krisis ini juga terjadi karena panik keuangan di Thailand yang membawa dampak penularan terhadap perekonomian Indonesia. Bank Indonesia dalam upaya memulihkan ekonomi Indonesia dengan berbagai kebijakan moneter pada dasarnya selalu mendapatkan reaksi negatif. Kebijakan yang dilakukan pada intinya adalah untuk mengembalikan kepercayaan terhadap perbankan dan pemerintah agar tidak terjadi pelarian modal yang mengakibatkan cadangan devisa negara berkurang. Kesimpulan penelitian ini adalah prinsip kehati-hatian sangat diperlukan di dalam dunia perbankan dan berjalannya perekonomian Indonesia tidak hanya tanggung jawab Bank Indonesia selaku otoritas moneter tetapi peran swasta juga sangat besar dan dibutuhkan agar terwujudnya pasar maupun perekomian yang stabil. Kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan serta dampaknya menjadi evaluasi bagi otoritas moneter negara dalam membuat kebijakan selanjutnya.

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Dokumen Karya Dosen : -
Link DOI : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si.
2. Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya