Penulis Utama : Ika Uswatun Hasanah
NIM / NIP : K3318033
× Dalam penelitian ini dilakukan suatu eksperimen penerapan model pembelajaran yang berbeda terhadap siswa di SMA Negeri Gondangrejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran menggunakan Process-Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), Problem Based Learning (PBL), dan Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan termasuk dalam jenis penelitian semu. Sampel yang digunakan merupakan siswa kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, dan XI MIPA 3 SMA Negeri Gondangrejo. Pemilihan sampel ini menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest. Uji hipotesis menggunakan statistik parametrik one-way ANOVA (Analysis of Variance). Kemudian dilanjutkan dengan uji pasca ANOVA menggunakan Post Hoc-Scheefe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran POGIL, PBL, dan Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kemudian, berdasarkan perhitungan N-gain score terhadap masing-masing model pembelajaran POGIL, PBL, dan Discovery Learning diperoleh hasil berturut-turut 0,71 dengan kategori tinggi; 0,54 dengan kategori sedang; dan 0,39 dengan kategori sedang. Meskipun demikian, berdasarkan hasil uji Post Hoc-Scheefe antara model pembelajaran POGIL dan PBL diperoleh nilai signifikansi >0.05 yaitu sebesar 0,098 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran POGIL dan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis. Sedangkan, nilai signifikansi antara model POGIL dengan Discovery Learning dan juga PBL dengan Discovery Learning sama-sama sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model POGIL dengan Discovery Learning dan model PBL dengan Discovery Learning. Oleh karena itu, baik model pembelajaran POGIL ataupun PBL keduanya mampu membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Implikasi dari penelitian ini yaitu dapat menjadi pedoman bagi peneliti selanjutnya maupun pertimbangan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran POGIL atau PBL pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan secara khususnya, namun dapat pula diterapkan juga pada materi lain yang karakteristiknya sesuai dengan model POGIL dan PBL.