Penulis Utama : Lisa Safaah Novia La
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S022002019
Tahun : 2022
Judul : Hubungan Hipertensi dan Merokok dengan Keparahan COVID-19
Edisi :
Imprint : SURAKARTA - Pascasarjana - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar Belakang: Berdasarkan kasus yang dilaporkan, 16,9% pasien COVID-19 disertai penyakit penyerta. Hipertensi dan merokok diduga menjadi salah satu determinan patologis yang berperan dalam prediktor klinis yang diprediksi dapat menyebabkan memburuknya kondisi pasien selama masa pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi, merokok, dan risiko keparahan COVID-19.

Subyek dan Metode: Meta-analisis dilakukan dengan menggunakan diagram alir PRISMA. Pencarian artikel melalui database jurnal meliputi: PubMed, Science Direct, Google Scholar. artikel yang digunakan pada tahun 2020-2022. PICO dalam penelitian ini adalah, Populasi: pasien COVID-19, Intervensi: hipertensi dan merokok Perbandingan: tidak hipertensi dan tidak merokok, Outcome: keparahan COVID-19. Kata kunci dalam penelitian ini adalah “hipertensi” ATAU “tekanan darah tinggi” DAN “COVID-19 berat” ATAU “COVID-19 berat” ATAU “hasil COVID-19 pasien” “rokok” ATAU “merokok” ATAU “perokok saat ini” ATAU mantan perokok" DAN "COVID-19 berat" ATAU "COVID-19 berat" ATAU "hasil COVID-19 pasien" Kriteria inklusi adalah artikel yang digunakan dalam artikel full paper dengan desain kohort, ukuran hubungan yang digunakan dengan aOR, intervensi yang diberikan asosiasi hipertensi dan merokok pada tingkat keparahan COVID-19. Artikel yang memenuhi syarat dianalisis menggunakan aplikasi Revman 5.3.

Hasil: Meta-analisis dari 12 artikel kohort yang berasal dari Asia, Amerika, Afrika, Eropa, menyimpulkan bahwa pasien pengobatan COVID-19 dengan hipertensi memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi 1,82 kali dibandingkan dengan mereka yang tidak hipertensi (aOR=1,82; 95% CI=1,18 hingga 2,79; p=0,006). Demikian pula pasien pengobatan COVID-19 dengan kebiasaan merokok memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok (aOR= 0,62; CI 95%= 0,14 hingga 2,65; p=0,520).

Kesimpulan: Pasien COVID-19 dengan hipertensi memiliki peningkatan risiko keparahan. Pasien COVID-19 dengan merokok memiliki risiko keparahan yang lebih rendah.

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Didik Tamtomo, dr., M.Kes, PAK, MM
2. Prof Bhisma Murti, dr., MPH., M.Sci., Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana