Penulis Utama : Khofifah Indarti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0118027
Tahun : 2022
Judul : Pemakaian Bahasa Jawa oleh Santri di Pondok Pesantren Darussalamah Kabupaten Magelang (suatu Kajian Sosiolinguistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Khofifah Indarti. B0118027. 2022. Pemakaian Bahasa Jawa oleh Santri di Pondok Pesantren Darussalamah Kabupaten Magelang (suatu Kajian Sosiolinguistik). Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.

            Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk pemakaian bahasa jawa oleh santri di pondok pesantren darussalamah Kabupaten Magelang? (2) Mengapa santri Pondok Pesantren Darussalamah melakukan alih kode, campur kode, dan interferensi dalam tuturan sehari-hari? (3) Bagaimanakah fungsi pemakaian bahasa jawa oleh santri di pondok pesantren darussalamah Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bentuk pemakaian bahasa oleh santri Ponpes Darussalamah seperti, alih kode, campur kode, interferensi, tingkat tutur bahasa Jawa, dan ragam bahasa atau variasi bahasa Jawa, (2) Menentukan faktor apa saja yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa oleh santri Ponpes Darussalamah. (3) Mendeskripsikan fungsi pemakaian bahasa Jawa oleh santri Ponpes Darussalamah,

            Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa alih kode, campur kode, dan interferensi. Sumber data berasal semua tuturan dalam komunikasi lisan yang digunakan oleh santri PPDS. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan.

            Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk alih kode meliputi: (a) dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, (b) bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, (c) bahasa Jawa ke bahasa Arab, (d) bahasa Arab ke bahasa Jawa. (2) Bentuk campur kode meliputi: (a) bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa, (b) bahasa Arab dalam bahasa Jawa, (c) bahasa Inggris dalam bahasa Jawa. (3) Bentuk Interferensi meliputi: (a) unsur pengikat/terikat bahasa Indonesia, (b) unsur pengikat bahasa Arab, (c) unsur pengikat bahasa Inggris. (4) Faktor alih kode meliputi: (a) penutur, (b) Lawan tutur, (c) Hadirnya penutur ketiga, (d) Topik pembicaraan, (e) membangkitkan rasa humor. (5) Faktor campur kode meliputi: (a) identifikasi ragam, (b) identifikasi peranan, (c) keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan. (6) Faktor interferensi meliputi: (a) dimensi tingkah laku berbahasa, (b) sistem kedua bahasa atau lebih yang berbaur, (c) dimensi pembelajaran bahasa.  (7) Fungsi alih kode meliputi: (a) lebih komunikatif, (b) lebih argumentatif, (c) mempertegas pembicaraan, (d) menunjukkan identitas diri. (8) Fungsi campur kode meliputi: (a)) lebih mudah dipahami, (b) bahasa yang digunakan lebih bervariasi, (c) sebagai penjelasan atau penafsiran. (9) Fungsi Interferensi meliputi: (a) sebagai bahasa sumber atau bahasa donor, (b) sebagai bahasa penyerap atau resipien.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II.pdf
COVER.pdf
BAB III.pdf
BAB I.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. Wakit A. Rais, M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya