Penulis Utama : Harjayanti Auliyaa Salsabila
NIM / NIP : H0218025
×

Kebijakan revolusi hijau pada praktik pertanian dengan menggunakan bahan kimia mengakibatkan rusaknya struktur tanah dan lahan pertanian sehingga tercipta gagasan pertanian organik dengan memaksimalkan pengembalian sisa hasil panen dan tidak menggunakan bahan kimia. Hingga saat ini Indonesia memiliki 3 sistem pengelolaan sawah yaitu organik, semi organik, dan konvensional. Perbedaan ketiga sistem pengelolaan sawah mengakibatkan perbedaan karakter dan sifat-sifat tanah khususnya sifat fisik tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan sistem pengelolaan sawah organik sertifikasi 2011, organik sertifikasi 2014, organik sertifikasi 2017, semi organik, dan konvensional, terhadap jangka olah tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Gentungan, Mojogedang merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) pada kedalaman 0 – 20 cm yang kemudian dikompositkan. Setiap sistem pengelolaan diambil 5 titik sampel tanah sebagai ulangan, sehingga didapat 25 sampel tanah. Parameter tanah yang digunakan yaitu C-Organik, Analisis Atterberg (Batas Cair, Batas Lekat, Batas Gulung, Batas Berubah Warna), Kadar Lengas Tanah Kering Angin, Bobot Isi, Bobot Jenis, Indeks Cole, dan Tekstur Tanah. Nilai Jangka Olah diperoleh dari selisih nilai Batas Lekat dan Batas Gulung. Analisis statistik anova satu arah digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh dari perbedaan sistem pengelolaan sawah terhadap nilai jangka olah tanah. Apabila terdapat pengaruh yang nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT untuk mengetahui perbedaan antar sistem pengelolaan sawah. Sedangkan untuk  mengetahui parameter-parameter sifat fisika tanah yang dapat mempengaruhi nilai jangka olah tanah dapat dilakukan dengan Uji Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari perbedaan sistem pengelolaan sawah secara organik, semi organik, dan konvensional terhadap jangka olah tanah. Sawah organik memiliki nilai jangka olah lebih tinggi (24,32% – 24,64 %) dibandingkan sawah semi organik (22,18 %) dan sawah konvensional (20,97 %). Peningkatan nilai jangka olah juga dapat dipengaruhi oleh beberapa sifat fisik tanah seperti Kadar Lengas Tanah Kering Angin, C-Organik, Batas Cair, Batas Lekat, Batas Gulung, Batas Berubah Warna, Bobot Isi, dan Porositas Tanah.

×
Penulis Utama : Harjayanti Auliyaa Salsabila
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0218025
Tahun : 2022
Judul : Analisis Jangka Olah Tanah Pada Berbagai Sistem Pengelolaan Sawah Padi Organik (Oryza sativa L.) Di Desa Gentungan, Mojogedang, Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2022
Program Studi : S-1 Ilmu Tanah
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Konsistensi Tanah, Sifat Fisik Tanah, Sawah Organik, Semi organik, Konvensional
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dwi Priyo Ariyanto, S.P., M.Sc., Ph.D.
2. Ganjar Herdiansyah, S.P., M.P.
Penguji : 1. Dr. Ir. Mujiyo, S.P., M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.