×
Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki banyak lahan pertanian yang subur, sehingga produksi komoditas pertaniannya juga tinggi. Tanaman singkong merupakan salah satu komoditas pertanian yang kerap dijadikan sebagai bahan baku agroindustri. Singkong jarak towo dijadikan sebagai bahan baku industri gethuk di UKM Gethuk Take Tawangmangu. Pengolahan singkong menjadi gethuk merupakan salah satu penerapan nilai tambah pada komoditas singkong karena pada saat melalui proses produksi dikeluarkan biaya-biaya tambahan sehingga terbentuk harga jual baru yang lebih tinggi. Tujuan penelitian antara lain, untuk mengetahui total biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha serta nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi gethuk frozen. Penelitian menggunakan metode dasar deskriptif analisis yang didukung dengan metode survey. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara dengan alat bantu kuisioner, serta pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui total biaya produksi gethuk frozen selama bulan Desember 2021 adalah sebesar Rp148.286.358. Total penerimaan yang diperoleh yakni sebesar Rp257.035.000 dan total keuntungan yang diperoleh sebesar Rp108.748.642. Nilai R/C rasio 1,73. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan singkong menjadi gethuk frozen original adalah sebesar Rp18.839/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 65,80%, nilai tambah pengolahan frozen rasa adalah Rp19.338/kg dengan rasio nilai tambah 66,45%, dan nilai tambah pengolahan gethuk frozen isi adalah Rp24.242/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 67,19%. Pengolahan singkong menjadi gethuk frozen original, rasa, dan isi menghasilkan nilai tambah yang tinggi karena memiliki rasio nilai tambah >40%.