Penulis Utama : Andrian Ezra Mahendra
NIM / NIP : I0118022
×

Jalan merupakan prasarana transportasi yang meliputi segala bagian jalan yang berada pada permukaan tanah yang digunakan untuk menghubungkan dan memperlancar kegiatan ekonomi, sosial dan kegiatan lainnya. Namun pada jalan sering mengalami retakan, retakan yang terjadi pada jalan diawali dengan retakan yang kecil (retak mikro). TU Delft Belanda mengembangkan teknologi self healing asphalt untuk mengatasi retakan kecil pada jalan. Teknologi tersebut memanfaatkan kemampuan aspal yang apabila mengalami peningkatan suhu maka akan mencair. Untuk memicu kemampuan self healed perlu menambahkan material ferromagnetik yang nantinya dapat memanaskan aspal. Pada penelitian ini material ferromagnetic yang digunakan adalah steel wool. Penelitian ini bertujuan unuk mencari nilai kadar aspal optimum pada campuran dengan bahan tambah steel wool. Selain itu untuk mengidentifikasi laju perubahan suhu pada campuran dengan bahan tambah steel wool dan waktu induksi.

Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi untuk mengetahui laju perubahan suhu. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer antara lain hasil uji bitumen, hasil uji agregat, hasil uji marshall dan hasil uji induksi. Sedangkan data sekunder antara lain data berat jenis steel wool dan job mix design. Pengujian induksi menggunakan alat induksi yang dibuat oleh tim mahasiswa Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hasil analisis didapatkan nilai kadar aspal optimum pada asphalt concrete wearing course dengan penambahan steel wool 3%, 5%, dan 10% secara berturut – turut 5,54%, 5,44%, dan 5,41%. Campuran yang mengandung steel wool mampu menghantarkan panas sehingga terjadi laju perubahan suhu akibat induksi elektromagnetik. Semakin banyak kandungan steel wool, maka semakin tinggi laju perubahan suhu yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu yang dihasilkan dalam waktu yang singkat maka semakin tinggi laju perubahan suhu yang dihasilkan. Hal tersebut menunjukan bahwa campuran asphalt concrete wearing course dengan penambahan steel wool memiliki potensi self healed. Namun pada bagian permukaan bawah benda uji tidak mampu mencapai titik lembek dikarenakan jarak kumparan induksi dengan permukaan bawah yang cukup jauh.

×
Penulis Utama : Andrian Ezra Mahendra
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0118022
Tahun : 2022
Judul : Analisis Perambatan Panas pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course dengan Bahan Tambah Steel Wool Akibat Induksi Elektromagnetik
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2022
Program Studi : S-1 Teknik Sipil
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : asphalt concrete wearing course; steel wool; uji marshall; uji induksi elektromagnerik; kadar aspal optimum; dan laju perubahan suhu
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Florentina Pungky Pramesti, S.T., M.T.
2. Ir. Ary Setyawan, M.Sc., Ph.D.
Penguji : 1. Ir. Agus Sumarsono, M.T.
2. Ir. Djumari, M.T.
Catatan Umum : tidak ada DOI
Fakultas : Fak. Teknik
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.