Penulis Utama : Adib Darmawan
NIM / NIP : T141308002
×

Menerjemahkan karya sastra, terutama novel, memiliki tantangan tersendiri bagi penerjemah karena harus menghadapi kata-kata yang lekat dengan budaya, istilah-istilah teknis, tatabahasa, dan juga  ujaran-ujaran yang dituturkan para tokoh yang ada dalam cerita novel tersebut. Agar bisa menerjemahkan ujaran-ujaran dengan baik, penerjemah harus benar-benar memahami ujaran-ujaran yang mengandung jenis tindak tutur tertentu seperti direktif, asertif, ekspresif, komisif dan deklaratif dan juga konteksnya sekalian.  Selain itu dia bisa mengadopsi teknik-teknik penerjemahan yang sesuai supaya dihasilkan  kesepadanan yang bagus antara teks bahasa sumber dan teks bahasa sasaran. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji  kesepadanan terjemahan ujaran-ujaran  yang berisi tindak tutur dalam peristiwa tutur perang dalam novel Ghost Fleet: A Novel for The Next World War ke dalam bahasa Indonesia, terutama mengidentikasi dan menganalisis jenis tindak tutur, teknik penerjemahan,  dan kualitas terjemahan tindak tutur dari  bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Peristiwa tutur perang dalam novel ini adalah tuturan yang dilakukan dalam peristiwa tutur perang pada era teknologi tinggi yang mana, para komandan dan tentara yang terlibat perang tidak  berhadap hadapan secara langsung seperti perang pada jaman sebelumnya. Akan tetapi komandan perang dibantu asistennya menggunakan computer dan peralatan modern untuk mengidentifikasi, menganalisis kondisi medan perang, melakukan serangan, menahan serangan, serta mengendalikan mesin-mesin perang dengan balutan teknologi moderen. Meskipun demikian, siasat serta infiltrasi untuk mengetahui kelemahan lawan dengan teknik penyusupan ke wilayah lawan masih dilakukan.  
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian penerjemahan studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertumpu pada dokumen Tsu dan Tsa. Sumber datanya adalah  dokumen yang berupa ujaran-ujaran yang dilakukan oleh para tokoh dalam novel Ghost Fleet: A Novel for The Next World War dan informan. Data dikumpulkan menggunakan dua teknik yakni analisis dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Data yang telah dikumpulkan tersebut dilakukan analisis induktif satu demi satu menggunakan empat prosedur analisisnya Spradley (2006): analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial dan analisis tema budaya. Data yang diperoleh adalah jenis-jenis tindak tutur, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan.
Temuan-temuan penelitian ini adalah sebagai berikut.  Ada empat macam jenis tindak tutur yang ditemukan dalam peristiwa tutur perang dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 477. Frekuensi tertinggi diduduki oleh tindak tutur asertif sebanyak 222 (46,35%), kemudian disusul oleh jenis tindak tutur direktif dengan jumlah yang hampir sama yakni 208 (43,42%). Ke dua jenis tindak tutur ini ditemukan merata di seluruh struktur novel yakni Orientasi, Komplikasi, Evaluasi, Resolusi dan Koda  dan juga di hampir seluruh peristiwa tutur, kecuali peristiwa tutur 8 dan 9 untuk tindak tutur asertif dan  9 untuk tindak tutur direktif. Tindak tutur ekspresif memperlihatkan frekuensi yang kecil saja yakni sebanyak 34 (7.10%), namun persebarannya merata di seluruh struktur novel dan peristiwa tutur. Terakhir adalah jenis tindak tutur komisif yang frekuensinya hanya sebesar 13 ((2.71%) yang sebarannya juga merata di struktur novel kecuali pada Koda.  Melihat sebaran tindak tutur dalam hubungannya dengan struktur novel, bisa dilihat bahwa penggunaan jenis kata kerja yang digunakan dalam masing masing tindak tutur pada struktur novel orientasi menggunakan kata kerja yang lebih lunak seperti meminta, menyarankan pada tindak tutur direktif, memberitahukan pada tindak tutur asertif, meminta maaf pada tindak tutur ekspresif sampai kepada penggunaan kata kerja yang lebih keras seperti memerintah pada tindak tutur direktif, melaporkan pada tindak tutur asertif, menawarkan pada tindak tutur komisif serta memuji pada tindak tutur ekspresif.
Adapun teknik penerjemahan yang diadopsi oleh penerjemah sebanyak  15 buah  dengan total frekuensi sebanyak 2111. Padanan lazim menduduki peringkat tertinggi frekuensi penggunaannya yakni 1575 (74,61%) yang tersebar merata di seluruh struktur novel dan juga di hampir semua peristiwa tutur. Teknik penerjemahan variasi, peminjaman murni, dan eksplisitasi masing-masing frekuensinya sebesar 139 (6,58%), 105 (4,97%), dan 91 (4,31%). Modulasi, implisitasi dan partikularisasi memiliki frekuensi 75 (3,55%), 44 (2,08%) dan  32 (1.52%). Teknik-teknik penerjemahan selanjutnya memperlihatkan jumlah kurang dari 20 yang artinya memiliki frekuensi kurang dari satu persen yakni kompensasi sebanyak 14 (0,66%), kreasi diskursif, reduksi, literal, dan transposisi rank-shift masing-masing 6 (0,28%), dan transposisi, adisi dan generalisasi dengan frekuensi 5 (0,24%), 4 (019%) dan 3 (0,14%).  Terkait dengan penilaian kualitas terjemahan tindak tutur, digunakan  3 (tiga) aspek yakni aspek keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan. Keakuratan memiliki nilai sebesar 2,98, keberterimaan sebesar 2.95 dari nilai mutlak 3.00 dan keterbacaan sebesar 2.96 dari nilai mutlak sebesar 3.00. Secara keseluruhan hasil akhir kualitas terjemahan adalah sebesar 2,97.  
Dari temuan dan pembahasan, bisa dinyatakan bahwa kualitas terjemahan tindak tutur dalam tutur perang dalam novel Ghost Fleet: A Novel for The Next World War dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sangat baik. Selain itu  diperlihatkan bahwa tindak tutur-tindak tutur  dalam peristiwa tutur perang tersebut  berada pada lokasi-lokasi yang berbeda kendati tempatnya sama dan inilah kebaruan dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian terdahulu.  Jenis tindak tutur yang paling banyak digunakan oleh para tentara baik antara para perwira dengan perwira lain, antara komandan dan anak buahnya  adalah tindak tutur asertif, yang menyiratkan bahwa di antara mereka masih ada ruang untuk berdiskusi yakni untuk menyatakan pendapat, mengatakan sesuatu, melaporkan sesuatu, menyimpulkan dan sebagainya.

Kata Kunci: Terjemahan, Teknik Penerjemahan, Tindak Tutur, Peristiwa Tutur Perang, Novel

 

×
Penulis Utama : Adib Darmawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T141308002
Tahun : 2021
Judul : Kajian Terjemahan Tindak Tutur Dalam Peristiwa Tutur Perang pada Novel “Ghost Fleet: A Novel For The Next World War” Karya P.W. Singer dan August Cole dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Program Studi : S-3 Linguistik (Penerjemahan)
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana-T141308002
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D.
2. Prof. Dr. Djatmika, M.A.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.