AbstrakInovasi digital marketing membuat para pengusaha mencoba menerapkan pemasaran produk melalui internet.Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM sebagai pelaku usaha pertanian diharapkan dapatmeningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas produknya sehingga pemasaran dapat dikelola secaramandiri dan meningkatkan nilai jual produk. Penelitian ini membahas mengenai penentuan strategi pemberdayaanpelaku UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi digital melalui inbound marketing berbasis internet.Tujuan penelitian adalah merumuskan alternatif strategi pemberdayaan pelaku UMKM kacang mete diKlaster Giri Jaya Mete dalam melakukan inbound marketing. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus.Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian KelurahanTanjungsari, Kecamatan Jatisrono tepatnya di Klaster Giri Jaya Mete. Informan penelitian yaitu sekretaris FEDEP(forum for economic development and employment promotion), penyuluh lapangan dinas koperasi, UMKM,perindustrian dan perdagangan, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kecamatan Jatisronoserta masyarakat pelaku usaha UMKM produk kacang mete. Teknik analisis data yang digunakan melalui tigatahapan penentuan informan yaitu tahap input (analisis lingkungan dan analisis IFAS-EFAS), tahap pencocokan (analisis matriks SWOT) dan pengambilan keputusan (analisis matriks QSPM). UMKM kacang metedi Kecamatan Jatisrono berada di posisi kuadran I, artinya UMKM kacang mete memiliki banyak kekuatan dariinternal dan terdapat banyak peluang dari luar. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukungkebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Alternatif strategi yang tepat yaitu dengan caramenggabungkan aspek-aspek yang ada pada digital marketing seperti content marketing, blogs, search engineoptimization, social media marketing dan branding dengan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan,demonstrasi dan pendampingan.