Penulis Utama : Dicky Anggastya
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0216016
Tahun : 2021
Judul : Indeks Kesuburan Tanah Sawah Organik, Semi Organik dan Konvensional pada Tanah Ultisol, Vertisol dan Inceptisol
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-H0216016
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Di Indonesia terdapat bermacam jenis tanah. Setiap jenis tanah memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda akibat dari faktor pembentuk dan penggunaannya. Sifat dan karakteristik tanah yang terbentuk di lahan sawah mempengaruhi status kesuburan tanah pada lahan sawah. Di Indonesia terdapat tiga sistem pengelolaan, yaitu secara organik, semi-organik dan konvensional. Penelitian bertujuan untuk menentukan indeks kesuburan tanah sawah dengan sistem pengelolaan yang berbeda (Organik, Semi-organik, Konvensional) pada beberapa jenis tanah (Vertisol, Ultisol, Inceptisol). Setiap kombinasi sistem pengelolaan dan jenis tanah diambil 3 titik sampel tanah sebagai ulangan, sehingga didapat 27 sampel tanah. Parameter tanah yang dianalisis adalah pH H2O, N-total, P-tersedia, K-Tersedia, Ca-tertukar, Mg-tertukar, C-Organik, Kejenuhan Aluminium, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB). Indeks kesuburan tanah ditentukan berdasarkan indikator sifat kimia terpilih yang disebut dengan Minimum Soil Fertility Index (MSFI). Analisis data menggunakan Pearson’s Correlation Analysis dan Principal Component Analysis (PCA) untuk menentukan MSFI. Nilai MSFI diperoleh dari indikator yang memiliki nilai tinggi pada analisis korelasi dan PCA. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah Vertisol mempunyai nilai Indeks Kesuburan Tanah senilai 0,57 (organik); 0,55 (semi-organik); dan 0,52 (konvensional), pada tanah Inceptisol nilai Indeks Kesuburan Tanah sebesar 0,52 (organik); 0,50 (semi-organik); 0,46 (konvensional), sedangkan pada tanah Ultisol nilai Indeks Kesuburan Tanah memiliki nilai yang sama, yaitu senilai 0,52. Tanah Vertisol merupakan tanah dengan nilai Indeks Kesuburan Tanah tertinggi senilai 0,55 dan berbeda nyata dengan Ultisol yang senilai 0,52 dan Inceptisol yang bernilai 0,49. Berdasarkan pengelolaannya, nilai Indeks Kesuburan tanah pada pengelolaan organik memiliki nilai tertinggi senilai 0,54, pada pengelolaan semi-organik nilai Indeks Kesuburan Tanah senilai 0,52 dan pengelolaan secara konvensional nilai Indeks Kesuburan Tanah senilai 0,50. Indikator sifat kimia yang dapat digunakan sebagai penentu nilai Indeks Kesuburan Tanah pada faktor jenis tanah dan pengelolaannya adalah indikator C-Organik, N-Total, P-Tersedia, Ca-tertukar, dan KTK.

Kata Kunci: Indeks Kesuburan Tanah, Organik, Semi-organik, Konvensional.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Hery Widijanto, S.P., M.P.
2. Dr. Ir. Jauhari Syamsiyah, M.S.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian