<![endif]-->. Meningkatnya permintaan akan beton, maka diperlukan inovasi yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC).Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu dengan cara mengadakan suatu pengujian untuk mendapatkan data dan hasil pengujian dalam kondisi yang terkontrol dengan urutan pengujian yang sistematis. Benda uji yang digunakan adalah beton bertulang dengan dimensi 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki spesifikasi f’c 30 MPa dan tulangan besi yang digunakan adalah besi ulir dengan spesifikasi fy 280 MPa. Benda uji berjumlah tiga balok yang memiliki variasi diameter tulangan D 12, D16, dan D 19 dengan panjang sambungan lewatan 300 mm. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter tulangan pada HVFA-SCC dengan panjang penyaluran tulangan. Beban maksimum, lendutan, regangan tulangan, dan modus keruntuhan akan dicatat sebagai data pengujian.Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan perbedaan keruntuhan pada balok B 12 mengalami modus keruntuhan flexure akibat dari tulangan telah mengalami leleh sedangkan pada balok B16 dan B 19 mengalami keruntuhan splitting karena balok sudah mengalami keruntuhan sebelum tulangan mengalami leleh. Hasil perhitungan kuat lekat menunjukkan semakin besar diameter tulangan maka kuat lekat balok akan semakin kecil. Hasil perbandingan kuat lekat HVFA-SCC dengan beton normal setelah dinormalisasi dengan kuat tekan beton menunjukkan bahwa kuat lekat HVFA-SCC lebih besar dibandingkan dengan beton normal sehingga perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai balok HVFA-SCC." /> Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) dengan Tulangan Tersambung <![endif]-->. Meningkatnya permintaan akan beton, maka diperlukan inovasi yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC).Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu dengan cara mengadakan suatu pengujian untuk mendapatkan data dan hasil pengujian dalam kondisi yang terkontrol dengan urutan pengujian yang sistematis. Benda uji yang digunakan adalah beton bertulang dengan dimensi 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki spesifikasi f’c 30 MPa dan tulangan besi yang digunakan adalah besi ulir dengan spesifikasi fy 280 MPa. Benda uji berjumlah tiga balok yang memiliki variasi diameter tulangan D 12, D16, dan D 19 dengan panjang sambungan lewatan 300 mm. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter tulangan pada HVFA-SCC dengan panjang penyaluran tulangan. Beban maksimum, lendutan, regangan tulangan, dan modus keruntuhan akan dicatat sebagai data pengujian.Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan perbedaan keruntuhan pada balok B 12 mengalami modus keruntuhan flexure akibat dari tulangan telah mengalami leleh sedangkan pada balok B16 dan B 19 mengalami keruntuhan splitting karena balok sudah mengalami keruntuhan sebelum tulangan mengalami leleh. Hasil perhitungan kuat lekat menunjukkan semakin besar diameter tulangan maka kuat lekat balok akan semakin kecil. Hasil perbandingan kuat lekat HVFA-SCC dengan beton normal setelah dinormalisasi dengan kuat tekan beton menunjukkan bahwa kuat lekat HVFA-SCC lebih besar dibandingkan dengan beton normal sehingga perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai balok HVFA-SCC." />

Penulis Utama : Muhammad Daffa Auliarahman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0118093
Tahun : 2022
Judul : Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) dengan Tulangan Tersambung
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Muhammad Daffa Auliarahman, 2022. Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) dengan Tulangan Tersambung. Tugas Akhir, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Beton merupakan produk yang paling banyak digunakan kedua setelah air di dunia. Meningkatnya infrastruktur membuat kebutuhan semen semakin meningkat. Konsumsi semen yang banyak berpengaruh kepada pencemaran lingkungan karena pembakaran dari semen menghasilkan CO2 <!--[if supportFields]>ADDIN CSL_CITATION {"citationItems":[{"id":"ITEM-1","itemData":{"ISSN":"2502-6348","abstract":"A massive concrete production impact on improving air pollution from cement plants. In addition, there are areas has limited aggregate resources that meet building requirement. Building materials technology bring solution for such problems, for example fly ash which can improve the performance of concrete, artificial lightweight aggregate (ALWA) from shale combustion and no-fines concrete. The study aims to determine effect of the fly ash in the mixes of no-fines concrete with ALWA aggregate to the degree of workability and physical - mechanical properties. This research was conducted by the addition of the variable portion of fly ash by 10-20% in comparison mixture of cement - aggregate 1: 4; 1: 6; 1: 8, and the measured value of the slump (workability values) and compressive strength. The results indicate the addition of fly ash were able to increases the value of the slump of up to 7 cm and reach 19.71 MPa of compressive strength.","author":[{"dropping-particle":"","family":"Trisnoyuwono","given":"Diarto","non-dropping-particle":"","parse-names":false,"suffix":""}],"container-title":"Jurnal Rekayasa Sipil","id":"ITEM-1","issued":{"date-parts":[["2015","6","22"]]},"page":"29-36","title":"Pengaruh Penambahan Fly Ash Terhadap Sifat Workability Dan Sifat Fisik - Mekanik Beton Non Pasir Dengan Agregat Alwa Asal Cilacap","type":"article-journal"},"uris":["http://www.mendeley.com/documents/?uuid=1d34a325-5a3b-34c2-82cb-9f82873a0440"]}],"mendeley":{"formattedCitation":"(Trisnoyuwono, 2015)","plainTextFormattedCitation":"(Trisnoyuwono, 2015)","previouslyFormattedCitation":"(Trisnoyuwono, 2015)"},"properties":{"noteIndex":0},"schema":"https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json"}<![endif]-->(Trisnoyuwono, 2015)<!--[if supportFields]><![endif]-->. Meningkatnya permintaan akan beton, maka diperlukan inovasi yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC).

Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu dengan cara mengadakan suatu pengujian untuk mendapatkan data dan hasil pengujian dalam kondisi yang terkontrol dengan urutan pengujian yang sistematis. Benda uji yang digunakan adalah beton bertulang dengan dimensi 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki spesifikasi f’c 30 MPa dan tulangan besi yang digunakan adalah besi ulir dengan spesifikasi fy 280 MPa. Benda uji berjumlah tiga balok yang memiliki variasi diameter tulangan D 12, D16, dan D 19 dengan panjang sambungan lewatan 300 mm. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter tulangan pada HVFA-SCC dengan panjang penyaluran tulangan. Beban maksimum, lendutan, regangan tulangan, dan modus keruntuhan akan dicatat sebagai data pengujian.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan perbedaan keruntuhan pada balok B 12 mengalami modus keruntuhan flexure akibat dari tulangan telah mengalami leleh sedangkan pada balok B16 dan B 19 mengalami keruntuhan splitting karena balok sudah mengalami keruntuhan sebelum tulangan mengalami leleh. Hasil perhitungan kuat lekat menunjukkan semakin besar diameter tulangan maka kuat lekat balok akan semakin kecil. Hasil perbandingan kuat lekat HVFA-SCC dengan beton normal setelah dinormalisasi dengan kuat tekan beton menunjukkan bahwa kuat lekat HVFA-SCC lebih besar dibandingkan dengan beton normal sehingga perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai balok HVFA-SCC.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman cover.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lampiran.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Achmad Basuki, S.T., M.T.
2. Dr. Eng. Halwan Alfisa Saifullah, S.T., M.T.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik