Penulis Utama : Bayu Budiharjo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T141608002
Tahun : 2021
Judul : Analisis Terjemahan Klausa dan Kelompok Nomina yang Menggambarkan Karakter Percy Jackson Dalam Percy Jackson and The Lightning Thief dengan Pendekatan Relasi Keintian dan Rangkaian Leksikal
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana-T141608002
Subyek : -
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Disertasi ini mengkaji terjemahan klausa dan kelompok nomina yang membentuk karakter Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief. Penelitian penerjemahan yang berorientasi pada produk ini bertujuan untuk (1) memaparkan kategori karakterisasi yang membentuk karakter Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief, (2) memaparkan realisasi karakter tokoh Percy Jackson melalui relasi keintian yang terdapat dalam klausa dan kelompok nomina yang terdapat dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief, (3) mendeskripsikan teknik-teknik yang digunakan penerjemah untuk menerjemahkan klausa dan kelompok nomina yang terkait dengan penggambaran tokoh Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief, (4) merinci dampak penggunaan teknik-teknik penerjemahan tersebut terhadap relasi keintian dan rangkaian leksikal yang terkait dengan penggambaran tokoh Percy Jackson dalam terjemahan novel Percy Jackson and the Lightning Thief, (5) mengetahui dampak penggunaan teknik-teknik penerjemahan tersebut terhadap kualitas terjemahan klausa dan kelompok nomina yang terkait dengan penggambaran tokoh Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief, dan (6) mengungkap dampak penggunaan teknik-teknik penerjemahan tersebut terhadap kesepadanan karakter tokoh Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief dan terjemahannya.
Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus terpancang. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah novel Percy Jackson and the Lightning Thief dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, Percy Jackson dan Pencuri Petir. Sumber data penelitian ini terdiri dari tahapan dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, Percy Jackson dan Pencuri Petir dan rater. Data penelitian ini terdiri atas data linguistik dan data penerjemahan. Data linguistik penelitian ini ialah klausa dan kelompok nomina yang membentuk karakter Percy Jackson dalam novel Percy Jackson and the Lightning Thief., sedangkan data penerjemahannya terdiri dari terjemahan klausa dan kelompok nomina yang membentuk karakter Percy Jackson, teknik penerjemahan, dan informasi mengenai kualitas terjemahan. Teknik cuplikan yang digunakan adalah teknik cuplikan bertujuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis dokumen dan focus group discussion (FGD). Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber melibatkan dokumen dan rater, sedangkan triangulasi metode melibatkan analisis isi dan FGD. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kategori-kategori pembentuk karakter Percy Jackson dalam cerita novel Percy Jackson and the Lightning Thief terdiri dari jati diri, aspek fisiologis, perilaku, reaksi tokoh lain, atribut khusus, dan kecakapan, (2) Karakter Percy Jackson direalisasikan pada tataran klausa melalui sepuluh jenis relasi keintian: sentral, inti, maarjinal, periferal, sentral-inti, sentral-marjinal, sentral-periferal, sentral-inti-marjinal, sentral-inti-periferal, dan sentral-inti-marjinal-periferal, sedangkan pada tataran kelompok nomina, karakter Percy Jackson direalisasikan melalui empat jenis relasi keintian, yang meliputi sentral, sentral-inti, sentral-periferal, dan sentral-inti-periferal., (3) terdapat delapan belas teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan klausa-klausa yang menggambarkan karakter Percy Jackson, yaitu Padanan Lazim, Variasi, Eksplisitasi, Peminjaman Murni, Modulasi, Transposisi, Kompensasi, Implisitasi, Harfiah, Reduksi, Adisi (Penambahan), Kreasi Diskursif, Generalisasi, Partikularisasi, Peminjaman Alamiah, Parafrase, Kalke, Amplifikasi Linguistik dan tiga belas jenis teknik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan kelompok nomina-kelompok nomina yang menggambarkan karakter Percy Jackson, yaitu Padanan Lazim, Variasi, Eksplisitasi, Peminjaman Murni, Modulasi, Transposisi, Harfiah, Reduksi, Adisi (Penambahan), Kreasi Diskursif, Generalisasi, Partikularisasi, dan Peminjaman Alamiah, (4) Teknik Variasi, Eksplisitasi, Peminjaman Murni, Kompensasi, Implisitasi, Harfiah, Reduksi, Adisi (Penambahan), Kreasi Diskursif, Generalisasi, Partikularisasi, Peminjaman Alamiah, Parafrase, dan Kalke tidak menyebabkan pergeseran relasi keintian sedangkan penerapan teknik Padanan Lazim, Modulasi, Transposisi, Amplifikasi Linguistik menyebabkan pergeseran relasi keintian, (5) Secara keseluruhan, teknik-teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah berdampak positif terhadap kualitas terjemahan. Terjemahan yang dihasilkan dari penggunaan teknik-teknik yang dipilih penerjemah memiliki tingkat keakuratan, tingkat keberterimaan, dan tingkat keterbacaan tinggi. Namun demikian, terdapat dua teknik yang berdampak negatif terhadap kualitas terjemahan pada tataran mikro, yaitu Penerjemahan Harfiah dan Kreasi Diskursif, dan (6) Penerjemahan harfiah dan kreasi diskursif menyebabkan pergeseran karakter Percy Jackson pada teks terjemahan, yaitu identitas, fisiologis, perilaku, atribut khusus, dan kecakapan dengan adanya tambahan informasi yang tidak terdapat dalam teks asli.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis data penelitian ini ialah bahwa makna eksperiensial dalam teks bahasa sumber dapat diungkapkan dalam bahasa sasaran melalui konstruksi-konstruksi dengan relasi keintian yang berbeda. Penerapan teknik penerjemahan yang sesuai konteks menghasilkan terjemahan berkualitas tinggi sedangkan penerapan teknik penerjemahan yang tidak sesuai konteks menurunkan kualitas terjemahan. Teknik penerjemahan diterapkan pada unit-unit mikro, tetapi dampaknya tidak hanya pada kesepadanan pada tataran mikro tetapi juga kesepadanan pada tataran yang lebih besar. Selain itu, pengalihan pesan dan penentuan padanan unit-unit mikro suatu teks tanpa mempertimbangkan keterkaitan dengan unit-unit mikro lain dalam teks berisiko menimbulkan ketidaksepadanan pesan.

Kata Kunci: terjemahan, relasi keintian, teknik penerjemahan, kualitas terjemahan, karakterisasi

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. M. R. Nababan, M.Ed, MA., Ph.D.
2. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D.
3. Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana