Penulis Utama : Adi Warsito
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0817001
Tahun : 2021
Judul : Analisis Tataniaga Ubi Kayu Varietas Jalak Towo di Kabupaten Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-H0817001
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Ubi kayu varietas jalak towo memiliki karakteristik cita rasa yang khas, tekstur yang pulen dan gurih yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan khas. Karakteristik yang dimiliki oleh ubi kayu varietas jalak towo ini menjadi daya tarik konsumen untuk melakukan pembelian. Kebutuhan konsumen dalam pembelian ubi kayu varietas jalak towo ini, tentunya memerlukan lembaga tataniaga yang menjembatani penjualan petani kepada konsumen. Konsumen akan mengeluarkan biaya pembelian yang berbeda-beda ketika secara langsung kepada petani dan lembaga tataniaga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran tataniaga ubi kayu varietas jalak towo yang lebih efisien di Kabupaten Karanganyar. Pola saluran yang efisien ini dapat menjadi manfaat untuk petani dan lembaga. Metode dasar penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif analitis. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan 30 petani responden dan snowball sampling dengan 15 lembaga tataniaga. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan kalkulator dan Microsoft excel.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima pola saluran tataniaga ubi kayu varietas jalak towo. Petani dan lembaga tataniaga ubi kayu varietas jalak towo melakukan fungsi utama tataniaga yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Struktur pasar dan perilaku pasar antara petani dan masing-masing lembaga tataniaga cenderung pasar oligopoli. Saluran tataniaga ubi kayu varietas jalak towo pada saluran I lebih efisien dengan melibatkan petani dan satu lembaga tataniaga yaitu pedagang pengumpul. Saluran I memiliki margin tataniaga terendah sebesar Rp1.406,25, presentase margin tataniaga terendah sebesar 31,25%, farmer’s share tertinggi sebesar 68,75?n rasio keuntungan terhadap biaya tertinggi sebesar Rp4,70. Adapun saran untuk petani yaitu tidak melakukan fungsi fisik aktivitas pengemasan. Lembaga tataniaga lebih mengetahui harga pasar dengan mencari informasi harga sesama pedagang dan meningkatkan posisi tawar. Pemerintah sebaiknya mengadakan pasar lokal yang menemukan petani dengan lembaga tataniaga, agar harga jual dari petani dapat tinggi.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si.
2. Setyowati, S.P., M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian