Penulis Utama : Anggito Budi Wiramadhan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0717015
Tahun : 2022
Judul : Identifikasi Lalat Buah dan Parasitoid pada Jambu Biji (Psidium guajava) di Ketinggian Tempat yang Berbeda
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

            Lalat buah merupakan hama utama yang merusak pertanaman jambu biji yang dapat menurunkan hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Lalat buah menyerang jambu biji pada fase larva dengan memakan daging buah yang dapat mengakibatkan buah busuk.  Pemanfaatan musuh alami dapat menjadi solusi yang baik selain menggunakan bahan kimia untuk menurunkan populasi lalat buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis lalat buah dan parasitoid pada jambu biji di ketinggian tempat yang berbeda.

            Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan yang dilakukan pada 3 pertanaman jambu biji dengan ketinggian tempat yang berbeda. Ketinggian tersebut adalah <250>500 mdpl di Kecamatan Karangpandan. Survei lapang dilakukan dengan mengambil 5 tanaman sampel untuk mengetahui intensitas kerusakan buah dan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 3 kali pengulangan. Inkubasi dan identifikasi lalat buah dan parasitoidnya dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

          Hasil penelitian menunjukkan ada dua jenis lalat buah yang ditemukan menyerang jambu biji, yakni Drosophila melanogaster dan Bactrocera dorsalis. Rata-rata populasi D. melanogaster yaitu 73,7% di Kecamatan Tasikmadu, 72,1% di Kecamatan Ngargoyoso, dan 78,3% di Kecamatan Karangpandan. Rata-rata populasi B. dorsalis yaitu 26,1 % di Kecamatan Tasikmadu, 27,8 % di Kecamatan Ngargoyoso, dan 21,6 % di Kecamatan Karangpandan. Serangan lalat buah mengakibatkan kerusakan buah berturut-turut yaitu 8,5% di Kecamatan Tasikmadu, 6,8% di Kecamatan Karangpandan, dan 5,5% di Kecamatan Ngargoyoso. Selama penelitian hanya ditemukan satu spesies parasitoid yakni Opius sp. Opius sp merupakan parasitoid larva yang menyerang B. dorsalis. Tingkat parasitasi adalah 9,6%, 8,6%, dan 7,7% masing-masing untuk Kecamatan Tasikmadu, Karangpandan, dan Ngargoyoso.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
LAMPIRAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Retno Wijayanti, M. Si.
2. Dr. Ir. Subagiya, M. P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian