Penulis Utama : Veranika Shinta Chan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0416055
Tahun : 2022
Judul : Perbandingan Pembredelan Majalah Tempo Pada Tahun 1982 Dan 1994
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Veranika Shinta Chandra Wijayanti. B0416055. Sejarah Majalah Tempo Pada Masa Orde Baru (1971-1994). Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah pendirian Majalah Tempo pada 1971, (2) pola jurnalistik pemberitaan Majalah Tempo pada 1971-1994, (3) peristiwa pembredelan Majalah Tempo pada tahun 1982 dan 1994. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi langkah Heuristik, Kritik Sumber (Kritik Intern dan Kritik Ekstern), Intepretasi data dan tahap terakhir yaitu Historiografi. Sumber penelitian ini didapat dari koleksi arsip Perpustakaan Nasional Indonesia, dan hasil wawancara dengan Goenawan Muhamad, Jose Rizal Manua, Rusdi dan Anton Septian serta beberapa buku referensi yang membantu dalam proses interpretasi. Majalah Tempo merupakan sebuah produk pers yang diterbitkan pada masa Orde Baru yaitu pada tahun 1971. Orde Baru merupakan masa pemerintahan yang dipimpin Presiden Suharto yang menerapkan tipologi sistem pers otoritarian sehingga pers di bawah kontrol pemerintah. Namun Majalah Tempo diterbitkan oleh Goenawan Muhamad beserta para pendiri lainnya bertujuan untuk menjadi sebuah media massa yang tidak memihak dan representasi pemberitaan media massa yang bebas dari tekanan politik. Selama masa penerbitan majalah, Majalah Tempo telah mengalami dua kali pembredelan karena dianggap menyajikan berita yang tidak seimbang. Pembredelan pertama pada tahun 1982 tetapi pemerintah menawarkan kesepakatan agar Majalah Tempo berada di bawah pengawasan dan pembinaan pemerintahan sehingga Majalah Tempo dapat terbit kembali. Pada pembredelan kedua tahun 1994 merupakan akhir dari majalah Tempo. Pembredelan kedua juga merupakan momentum bagi masyarakat dan insan pers menyuarakan keresahan mereka terhadap pemerintah mengenai kurangnya kebebasan berpendapat. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa adanya kesewenang-wenangan pemerintah terhadap pers. Majalah Tempo merupakan salah satu media massa yang telah menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi keempat dengan memberitakan peristiwa secara mendalam namun berimbas pada pembredelan majalah sehingga tidak dapat terbit kembali. Kata kunci : Majalah Tempo, pembredelan Majalah Tempo, peraturan pers masa Orde Baru
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I Tempo (1).pdf
BAB II Tmpo (1).pdf
BAB III tempo (1).pdf
BAB IV tempo (1).pdf
BAB V tempo (1).pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Tundjunh Wahadi Sutirta, M.Si
2. Dra. Sawitri Pri Prabawati, M.Pd
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya