Penulis Utama : Rm Rahadiyan Wahyu B
Penulis Tambahan : 1. dr. Habibie Arifianto, Sp.JP(K), M.Kes, FIHA
2. dr. Heru Sulastomo, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC
3.
NIM / NIP : S511802002
Tahun : 2022
Judul : Perbedaan Plasma Renin Activity antara Pemberian Ramipril 10 Miligram/24 Jam dengan Ramipril 5 Miligram/12 Jam pada Pasien HFrEF
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar Belakang: Gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (HFrEF) terjadi saat fraksi ejeksi ventrikel kiri £40%. Sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) memainkan peran sentral dalam patofisiologi gagal jantung (HF) akut dan kronis Plasma renin activity (PRA) adalah salah satu biomarker yang secara kuantitatif dapat mencerminkan aktivasi dari RAAS. Obat golongan angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEi) bekerja pada RAAS,  dan terbukti dapat mengurangi kematian dan morbiditas pada pasien dengan HFrEF. Salah satu obat golongan ACEi adalah ramipril yang memiliki waktu paruh 8-14 jam. Menurut panduan ESC mengenai diagnosis dan tatalaksana HF akut dan kronis tahun 2021 dinyatakan bahwa ramipril diberikan dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Pemberian obat dosis terbagi terbukti dapat menurunkan tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat apabila dibandingkan dengan pemberian obat dalam dosis tunggal.

Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar plasma renin activity (PRA) antara pemberian ramipril 10 mg/24 jam dengan ramipril 5 mg/12 jam pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental multicenter dengan randomized control trial yang dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2022. Total 20 pasien HFrEF yang menjalani perawatan di RS Dr Moewardi Surakarta dan RS UNS Sukoharjo secara berurutan dilibatkan dalam penelitian kemudian secara acak dibagi menjadi kelompok perlakuan yang medapatkan ramipril dosis tunggal 10 mg/24 jam dan kelompok kontrol yang mendapatkan ramipril dalam dosis terbagi 5 mg/12 jam. Plasma darah diambil pada hari pertama sebelum perlakuan dan setelah pemberian ramipril dosis kelima. Kadar PRA diperiksa dengan metode ELISA kemudian dianalisis secara statistik. Dilakukan uji t untuk sampel independen dan uji t berpasangan untuk data yang lulus uji normalitas. Hasil dianggap bermakna secara statistik bila nilai p <0>

Hasil: Didapatkan bahwa pemberian ramipril 10 mg/24 jam maupun ramipril 5 mg/12 jam dapat meningkatkan PRA (10.60 ±11.24 vs 7.58 ±8.46)  secara efektif (p=0.003 vs p=0.011).

Kesimpulan: Pada pasien HFrEF pemberian ramipril 10 mg/24 jam maupun ramipril 5 mg/12 jam sama-sama efektif dalam meningkatkan PRA. Sehingga penggunaan ramipril 10 mg sehari sekali tidak lebih buruk dalam menghambat RAAS apabila dibandingkan dengan pemberian dosis terbagi dalam 12 jam.

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Dokumen Karya Dosen : -
Link DOI : -
Status : Public
Pembimbing : 1. dr. Habibie Arifianto, Sp.JP(K), M.Kes, FIHA
2. dr. Heru Sulastomo, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC
Catatan Umum : -
Fakultas : Fak. Kedokteran