Penulis Utama : Akhmad Azmiardi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T512008001
Tahun : 2022
Judul : Efektifitas dan Biaya Penerapan Model Diabetes Self-Management Education Berbasis Keluarga dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Preventif, Kontrol Glikemik, dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Akhmad Azmiardi, 2022. Efektifitas dan Biaya Penerapan Model Diabetes Self-Management Education Berbasis Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Perilaku Preventif, Kontrol Glikemik, dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 . 
Disertasi, Promotor: Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, Ph.D, Ko-Promotor I: Dr. 
Ratih Puspita Febrinasari, dr, M.Sc, Ko-Promotor II: Prof. Dr. Didik Gunawan 
Tamtomo, dr.,PAK,MM.,M.Kes. Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, 
Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Diabetes merupakan masalah kesehatan masyarakat global. Setiap tahun prevalensi 
diabetes melitus tipe 2 terus meningkat dan menimbulkan beban perawatan 
kesehatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Diabetes yang tidak terkontrol
dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup hingga kematian. Dampak buruk 
diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan manajemen perawatan 
diri. Hal ini juga memerlukan dukungan dari keluarga dan teman sebaya agar pasien 
dapat mengadopsi dan mempertahankan perilaku perawatan diri yang 
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan DSME 
berbasis keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku perawatan diri, kontrol 
glikemik dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Tidak hanya itu 
penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dan menganalisis 
pengaruh konstruk teori sosial kognitif terhadap perilaku perawatan diri pada pasien 
diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah RCT (randomized 
controlled trial). Penelitian dilakukan pada sepuluh puskesmas yang ada di Kota 
Singkawang, Kalimantan Barat pada bulan Januari 2021 hingga Maret 2022.
Sebanyak 120 pasien dengan diabetes melitus tipe 2 terpilih sesuai kriteria yang 
telah ditetapkan dan di alokasikan secara randomisasi kedalam kelompok kontrol 
dan perlakuan masing-masing 60 subjek penelitian. Setiap subjek penelitian pada 
kelompok perlakuan wajib membawa 1 orang anggota keluarga dan 1 orang 
Kelompok selama sesi berlangsung. Sebanyak 4 sesi mingguan selama ± 2 jam 
dengan materi DSME berbasis keluarga dan teman sebaya. Setelah itu sesi 
panggilan telepon mingguan selama 8 kali. Sedangkan kelompok kontrol hanya 
mendapatkan DSME standar selama 4 kali. Variabel bebas dalam penelitian ini 
antara lain Diabetes Self-Management Education, dukungan keluarga, dukungan 
teman sebaya, pembelajaran observasional, penguatan, regulasi diri, akses 
informasi, pengetahuan, sikap, efikasi diri, harapan hasil. Variabel terikat antara 
lain perilaku perawatan diri, kontrol glikemik, dan kualitas hidup. Pengumpulan 
data dilakukan dengan kuisioner pada saat sebelum dan sesudah. Data dianalisis 
dengan menggunakan uji independent t-test, cost effectiveness ratio dan path 
analysis. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan nilai mean yang 
signifikan pada perilaku perawatan diri (p<0 p=0.002)>hidup (p<0>perawatan diri diperlukan biaya sebesar Rp 5910,-. Setiap penurunan satu unit 
HbA1c diperlukan biaya sebesar Rp 64.743,-. Setiap peningkatan satu unit kualitas 
hidup diperlukan biaya sebesar Rp 6245,-. Analisis jalur bahwa perilaku perawatan 
diri dipengaruhi secara langsung oleh efikasi diri, (b= 0.36; ?= 0.22; SE= 0.09; 
p<0 xss=removed xss=removed>(b= 0.28; ?= 0.18; SE= 0.08; p=0.001), harapan hasil (b= 0.25; ?= 0.19; SE= 0.06; 
p<0 xss=removed xss=removed p=0.033)>penguatan (b= 0.20; ?= 0.09; SE= 0.08; p=0.022). Perilaku perawatan diri 
dipengaruhi secara tidak langsung oleh sikap (b= 0.06; ?= 0.05; SE= 0.02; 
p=0.015), pengetahuan (b= 0.02; ?<0 xss=removed p=0.058),>sebaya (b= 0.06; ?=0.04; SE= 0.03; p=0.034), dukungan keluarga (b= 0.08; ?=0.04; 
SE= 0.03; p=0.013), pembelajaran observasional (b= 0.13; ?=0.08; SE=0.04; 
p=0.003) dan penguatan (b= 0.05; ?=0.02; SE=0.03; p=0.053). Berdasarkan hasil 
penelitian tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) 
Penerapan DSME berbasis keluarga dan teman sebaya meningkatkan perilaku 
perawatan diri, kontrol glikemik dan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus 
tipe 2. (2) Penerapan DSME berbasis keluarga dan teman sebaya meningkatkan 
pengetahuan dan dukungan anggota keluarga dan teman sebaya. (3) Penerapan 
DSME berbasis keluarga dan teman sebaya kurang cost effective dibanding DSME 
standar dalam perilaku perawatan diri, kontrol glikemik, dan kualitas hidup. Setiap 
peningkatan satu unit perilaku perawatan diri diperlukan biaya sebesar Rp 5910,-. 
Setiap penurunan satu unit HbA1c diperlukan biaya sebesar Rp 64.743,-. Setiap 
peningkatan satu unit kualitas hidup diperlukan biaya sebesar Rp 6245,-. (4) 
Konstruk teori sosial kognitif berpengaruh secara langsung dan tidak langsung 
terhadap perilaku perawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, diabetes self-management education, dukungan 
sosial, dukungan keluarga, kontrol glikemik, kualitas hidup, perawatan diri, 
dukungan teman sebaya

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
LAMPIRAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, Ph.D
2. Dr. Ratih Puspita Febrinasari, dr, M.Sc
3. Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, dr., PAK, MM., M.Kes
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana