Penulis Utama : Geraldy Mileanda Sunaryo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0218023
Tahun : 2022
Judul : Analisis Kekeringan dengan Standardized Precipitation Index (SPI) Lahan Sawah Tadah Hujan di berbagai Ketinggian Toposekuen Gunung Merapi dan Merbabu, Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Analisis kekeringan Dengan Standardized Precipitation Index (SPI) Lahan Sawah Tadah Hujan Diberbagai Ketinggian Toposekuen Gunung Merapi dan Merbabu, Jawa Tengah. Skripsi: Geraldy Mileanda Sunaryo (H0218023). Pembimbing: Sumani, Komariah. Progam Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret – Surakarta.

Ketinggian suatu tempat memberikan pengaruh terhadap kondisi iklim dan cuaca dari wilayah tersebut. Curah hujan rendah memberikan dampak minimnya air tanah yang dapat dimanfaatkan. Intensitas hujan disetiap ketinggian wilayah memiliki jumlah yang berbeda-beda, hal ini menyebabkan adanya perbedaan kadar air tanah pada setiap datarannya, sehingga diperlukan antisipasi dalam menghadapi kekeringan yang akan terjadi.

Analisis indeks kekeringan pada toposekuen Gunung Merapi dan Merbabu memanfaatkan data curah hujan dengan metode analisis Standardized Precipitation Index (SPI) yang dinilai mampu membagi kelas-kelas kekeringan sesuai dengan jumlah intensitas hujan. Data curah hujan yang didapatkan kemudian diolah untuk mendapatkan nilai SPI beserta dengan grafiknya. Analisis indeks SPI ini dibagi menjadi 3 ketinggian meliputi dataran tinggi (>700 m dpl) terletak pada Kecamatan Selo dan Ngablak, dataran sedang (400-700 m dpl) terletak pada Kecamatan Grabag dan Kecamatan Ngluwar, dataran rendah (<400>

Analisis statistika data curah hujan menggunakan aplikasi Rstudio dengan penggolongan kelas SPI 3 dan 12 bulanan. Nilai indeks SPI disetiap bulannya menunjukkan tingkat kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan. Presentase kejadian kekeringan dengan kelas kekeringan ringan terjadi cukup sering pada dataran sedang maupun dataran rendah. Kemudian untuk tingkat kekeringan parah beberapa kali terjadi disetiap dataran dan kekeringan kelas ekstrim hanya terjadi pada dataran rendah. Indeks kekeringan SPI ini dapat menjadi salah satu parameter untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen yang disebabkan kurangnya pasokan air bagi tanaman.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Cover Geraldy.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
DAPUS.pdf
LAMPIRAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Sumani, M.Si.
2. Komariah, S.TP., M.Sc., Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian