Penulis Utama : Lutfi Andriani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0416036
Tahun : 2021
Judul : Peran Modal Sosial Dalam Program Pinjaman Tunda Tebang Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Kabupaten Wonosobo
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-H0416036
Subyek : -
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Hutan rakyat menjadi salah satu sarana masyarakat di sekitar hutan dalam upaya peningkatan kesejahteraan, tetapi dalam pengelolaannya ditemukan sebuah permasalahan yaitu praktik tebang butuh. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini, BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) adalah memberikan kredit melalui program PTT (Pinjaman Tunda Tebang). Program PTT bertujuan untuk mendukung petani memperoleh keuntungan maksimal melalui pemanenan pohon yang masak tebang dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pinjaman untuk usaha ekonomi produktif. Setelah empat tahun program ini terlaksana, ditemukan adanya pelanggaran komitmen oleh petani debitur berupa penebangan pohon agunan sebelum selesai kontrak yang menyebabkan pencairan dana tahap dua tidak terlaksana. Pendekatan modal sosial dilakukan untuk meneliti kondisi elemen modal sosial diantaranya kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen modal sosial yang berkembang di lingkungan sosial petani debitur dan mengkaji peran modal sosial dalam program pinjaman tunda tebang di Kabupaten Wonosobo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 14 informan, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang berkembang dalam KTHR/ APHR terdapat dua jenis, yaitu modal sosial mengikat dan modal sosial menjembatani yang ditunjukkan dengan adanya keterlibatan pihak dari luar kelompok dalam kegiatan kelompok. Elemen modal sosial yang ditemukan di lingkungan sosial petani debitur meliputi kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial berkembang secara kuat. Kepercayaan yang kuat ditunjukkan dalam rasa saling percaya antara pihak internal kelompok serta kelompok dengan pihak eksternal. Norma sosial yang berlaku terdapat dua jenis, yaitu peraturan tertulis dan kebiasaan. Peraturan tertulis yang ditaati oleh petani debitur adalah AD/ART kelompok dan surat perjanjian pinjaman tunda tebang. Jaringan sosial yang kuat ditunjukkan dengan hubungan yang harmonis dalam kelompok, interaksi sosial yang intensif, keterlibatan seluruh bagian kelompok dalam pengambilan keputusan. Aktor-aktor dalam jaringan sosial petani debitur tidak hanya terlibat dalam aspek sosial saja tetapi aspek budidaya dan ekonomi juga diantaranya, ketua kelompok, penyelia operasional, penyuluh kehutanan, dan mitra usaha petani. Modal sosial berperan dalam menjaga solidaritas kelompok, menjalin kerja sama baik secara internal maupun eksternal, menjaga ketaatan dan ketertiban, penyebaran informasi, serta koordinasi dalam program PTT.

Kata Kunci: Hutan rakyat, modal sosial mengikat, modal sosial menjembatani, pinjaman tunda tebang.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Dwiningtyas Padmaningrum, S.P., M.Si.
2. Dr. Ir. Sugihardjo, M.S
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian