Penulis Utama : Noryuliyanti
NIM / NIP : K4416046
×

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : perkembangan keroncong langgam Jawa di kota Solo tahun 1950-1991.
 Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber data yang digunakan oleh penulis adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer berupa data album rekaman langgam Jawa di Lokananta tahun 1957-1985 yang sudah diinventarisasikan dan dikatalogkan oleh Philip Yampolsky tahun 1987 dalam Lokananta a Discography of The National Recording Company of Indonesia 1957-1985, album piringan hitam dan kaset dimilik Lokananta, koleksi piala dan piagam yang dimiliki Ibu Waldjinah, wawancara dengan narasumber yang memiliki keterkaitan dengan keroncong langgam Jawa tahun 1950-1991. Sumber sekunder berupa surat kabar, buku-buku, jurnal yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi arsip, studi pustaka, dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis sejarah melalui kritik intern dan kritik ekstern.
Hasil  penelitian menunjukkan bahwa: perkembangan langgam Jawa bermula 1950, yang ditandai dengan dilakukannya beberapa modifikasi alat musik keroncong oleh seniman keroncong di kota Solo, sehingga menghasilkan nada yang menyerupai gamelan Jawa. Hasil modifikasi menghasilkan gaya musik keroncong yang baru yaitu langgam Jawa. Kemenangan Waldjinah dalam lomba Kembang Kacang tahun 1958 membuat langgam Jawa semakin populer. Keberadaaan Langgam Jawa di kota Solo mendapat apresiasi besar dari masyarakat dikarenakan musik ini dianggap musik yang baru dan memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat Solo. Kejayaan langgam Jawa di kota Solo terjadi tahun 1960-1970, ditunjukkan dengan mulai banyak penciptaan dan perekaman lagu langgam Jawa di Lokananta. Tercatat  tahun 1960 ada 8 album langgam Jawa yang diproduksi Lokananta. Memasuki tahun 1970an produksi lagu-lagu langgam Jawa semakin meningkat, tercatat sebanyak 17 album produksi Lokananta. 3 album berupa piringan hitam, 14 album berupa kaset. Perkembangan langgam Jawa di kota Solo dapat dibuktikan dari penerimaan masyarakat terhadap musik keroncong, meningkatnya jumlah seniman keroncong langgam Jawa, dan peningkatan produksi rekaman Lagu langgam Jawa. Tanda kemunduran langgam Jawa mulai terlihat di tahun 1980. Setelah tahun 1970 ketenaran langgam Jawa dipasar musik mulai redup tergantikan oleh jenis musik lain. Hal ini terlihat dari sedikitnya produksi lagu-lagu langgam Jawa di Lokananta, tahun 1980 hanya satu album yang dikeluarkan yang terdapat 12 lagu. Walaupun produksi lagu-lagu langgam Jawa dipasaran mulai menurun, langgam Jawa masih tetap mendapat tempat di hati penggemarnya. Seniman dan pemerintah terus berupaya untuk tetap melestarikan musik ini.

×
Penulis Utama : Noryuliyanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K4416046
Tahun : 2021
Judul : Perkembangan Musik Keroncong Langgam Jawa di Kota Solo Tahun 1950-1991
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2021
Program Studi : S-1 Pendidikan Sejarah
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. KIP-K4416046
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Isawati, S.Pd., M.A.
2. Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd.
Penguji : 1. Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum
2. Drs. Tri Yuniyanto, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.