Penulis Utama : Sri Wahyuningsih Yulianti
NIM / NIP : T312002015
×

Penelitian dilakukan untuk melakukan kritik atas eksistensi kebiri kimia melalui dekonstruksi Jacques Derrida. Eksistensi tindakan kebiri kimia di Indonesia juga ditelaah secara mendalam dalam bingkai Sila Kemanusiaan Pancasila oleh Soekarno. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian filsafat hukum yang menempatkan hukum sebagai asas kebenaran dan keadilan bersifat kodrati dan universal. Mellaui metode logika deduksi yang berpamgkal premis normative yang diyakini dan self eviden, penelitian disertasi ini menelusuri bahan-bahan hukum yang dikumpulkan dengan teknik studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan komparatif, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual untuk menemukan kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebiri kimia merupakan upaya dari pemerintah untuk menekan kasus kekerasan seksual pada anak yang diatur dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016. Namun, pelaksanaan eksekusi kebiri kimia di Indonesia masih menyisakan perdebatan di masyarakat. Oleh karenanya, diperlukan dekonstruksi terhadap tindakan kebiri kimia sebagai sebuah teks untuk dijelaskan sebagai Tindakan (pidana tambahan) di Indonesia dengan argumentasi yang memadai atas reaksi kontra dari sebagian masyarakat. Berdasarkan dekonstruksi atas tindakan kebiri kimia, ditemukan bahwa langkah demikian diperlukan sebagai efek penggetar (deterrence effect) sekaligus untuk mewujudkan keadilan bagi korban. Ditemukan pula bahwa perdebatan yang terjadi mengenai tindakan kebiri kimia didasari pada perbedaan pandangan mengenai konsep Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai ownership atau possession. Menelaah teori kemanusiaan yang terkandung dalam Sila ke-2 Pancasila, diketahui bahwa HAM dilihat secara individualistik dan merupakan landasan falsafah mengenai pengenaan hukuman kebiri kimia di Indonesia. Pemerintah dalam formulasi Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 memiliki tujuan untuk memberikan keadilan dan kepastian hukum dalam konteks kekerasan seksual pada anak. Oleh karenanya. ius contituendum di masa mendatang masih diperlukan pedoman maupun aturan untuk pelaksanaan kebiri kimia, baik dari segi kesehatan maupun dari segi pemidanaan berdasarkan UU secara tegas. 

×
Penulis Utama : Sri Wahyuningsih Yulianti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T312002015
Tahun : 2023
Judul : DEKONSTRUKSI EKSISTENSI TINDAKAN KEBIRI KIMIA DALAM PERSPEKTIF SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Edisi :
Imprint : SURAKARTA - Fak. Hukum - 2023
Program Studi : S-3 Ilmu Hukum
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Kebiri kimia, dekonstruksi, kemanusiaan.
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.
2. Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.